Minyak Turun 3% Setelah Trump Tunjukkan Gencatan Iran

Arif S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Minyak Turun 3% Setelah Trump Tunjukkan Gencatan Iran

Gambar atau konten salah?

Harga minyak dunia turun sekitar tiga persen pada penutupan pasar Kamis, 04 Juni 2026. Penurunan ini muncul setelah kabar bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak bersedia melanjutkan konflik penuh dengan Iran.

Menurut pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Trump memberi tahu para ajudannya bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama berminggu‑minggu dengan Iran masih berlaku, meskipun terjadi bentrokan sporadis. “Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama berminggu‑minggu dengan Iran masih berlaku meskipun terjadi bentrokan sporadis,” kata pejabat tersebut.

Reaksi pasar terlihat jelas. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,1% dan ditutup pada US$ 93,04 per barel. Sementara minyak mentah Brent, patokan global, turun 2,8% dan ditutup pada US$ 95,03 per barel.

Meski begitu, Trump dikabarkan masih mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata dan memulai perang kembali jika Iran membunuh pasukan AS. Hingga kini Gedung Putih menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa meski Trump biasanya memilih solusi diplomatik, ia bersedia memberikan konsekuensi jika Iran menolak membuat kesepakatan. “Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa meski Trump selalu lebih menyukai solusi diplomatik, dirinya benar-benar akan memberikan konsekuensi jika Iran menolak untuk membuat kesepakatan.”

Gencatan senjata tampak hampir runtuh di awal pekan ini setelah media milik pemerintah Iran menyatakan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan AS karena kampanye militer Israel di Lebanon. Iran secara terbuka mendukung militan Hizbullah di Lebanon, yang telah menembakkan rudal ke Israel.

Israel dan Lebanon sepakat pada Rabu, 03 Juni 2026, untuk menerapkan gencatan senjata. Kesepakatan ini diharapkan dapat memajukan pembicaraan antara AS dan Iran. Namun, belum jelas apakah gencatan senjata Lebanon akan bertahan, karena Hizbullah beroperasi secara independen dari pemerintah di Beirut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan: “Kita harus melucuti senjata Hizbullah dan kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon.”

Perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah masih sangat rentan. Harga minyak global menyesuaikan dengan ketidakpastian politik, sementara upaya diplomatik masih berlangsung di berbagai level.

Harga minyakDonald TrumpGencatan senjata IranMinyak WTIMinyak BrentHizbullahGeopolitik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...