SDN Semarang Hanya Tiga Murid Baru, Mendikdasmen Bicara

Nita W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
SDN Semarang Hanya Tiga Murid Baru, Mendikdasmen Bicara

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti angkat bicara soal sekolah yang cuma kebagian tiga murid baru di tahun ajaran 2026/2027. Peristiwa ini terjadi di SDN Purwoyoso 01, Semarang, Jawa Tengah. Sekolah negeri kok bisa sepi peminat? Publik pun bertanya-tanya.

Mu'ti bilang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sekarang sedang memetakan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Soal ini, kata dia, bakal dibahas bareng kementerian lain. Bukan cuma urusan satu instansi.

"Soal sedikitnya siswa di beberapa SD negeri, ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian. Kami sudah ada pendataan berdasarkan Dapodik, sekolah-sekolah yang muridnya di bawah 100, di bawah 60 orang," ujar Mu'ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Penanganan sekolah sepi peminat ini, menurut Mu'ti, nggak bisa dikerjakan sendirian oleh Kemendikdasmen. Ia sudah menghubungi langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam waktu dekat, rencananya bakal ada rapat dengan Menteri Dalam Negeri. Perlu dirancang kebijakan khusus untuk sekolah-sekolah semacam ini.

"Kami sudah sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Nanti kita akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan untuk sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit," jelasnya.

Solusi buat sekolah yang sepi peminat, kata Mu'ti, nggak bisa diputuskan sepihak oleh Kemendikdasmen. Harus dibahas bersama dengan Kemendagri dan pemerintah daerah. Tujuannya supaya nggak timbul masalah di masyarakat.

"Kebijakan ini akan kita buat bersama-sama (dengan pemerintah daerah dan Kemendagri) supaya tidak menimbulkan masalah di masyarakat," kata Mu'ti.

Sebelumnya, sempat viral video yang memperlihatkan ruang kelas dengan hanya tiga siswa. Itu adalah SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang. Kepala sekolahnya, Hajar Riatiani, menjelaskan bahwa awalnya ada lima calon siswa baru. Tapi dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang.

"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," katanya.

Hajar menegaskan, minimnya peminat bukan karena fasilitas sekolah yang kurang. SDN Purwoyoso 01 punya enam kelas yang lengkap. Ada lab komputer sendiri, perpustakaan, ruang UKS, musala, halaman, Smart TV bantuan pemerintah, dan fasilitas olahraga. Semua terpenuhi.

"Tapi sedikitnya siswa ini karena lingkungan demografi. Di sekitar sekolah ini sudah tidak ada perumahan yang produktif. Rata-rata penduduknya sudah lansia, tidak punya anak usia masuk SD," lanjut Hajar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan jumlah siswa di sekolah negeri tidak selalu soal fasilitas atau kualitas. Faktor demografi—seperti komposisi usia penduduk di sekitar sekolah—bisa menjadi penyebab utama. Sekolah yang berada di kawasan dengan penduduk lanjut usia dan minim keluarga muda otomatis kekurangan calon siswa. Kebijakan lintas kementerian diperlukan karena menyangkut tata ruang, kependudukan, dan pemerataan akses pendidikan, bukan sekadar urusan kurikulum atau guru.

sekolah sepi peminattiga murid baruSDN Purwoyoso 01faktor demografikebijakan lintas kementerianKemendikdasmenpemerataan akses pendidikan

Komentar

Memuat komentar...