Sebagai Peringatan: Beri Anak Waktu Pasca Lebaran, KPAI Saran
Gambar atau konten salah?
KPAI mengingatkan agar sekolah tidak langsung menuntut anak-anak dengan materi berat setelah libur Lebaran. Menurut mereka, periode mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga ritual memperkuat identitas budaya.
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menekankan pentingnya fase transisi psikologis. Ia berkata, “Kami mengingatkan pentingnya masa transisi belajar secara psikologis, bahwa anak-anak membutuhkan fase transisi dari suasana liburan menuju kesiapan kognitif untuk belajar,” ia sampaikan. Dengan kata lain, setelah berlibur, anak harus diberi waktu untuk menyesuaikan diri sebelum kembali ke rutinitas belajar.
Jasra menambahkan bahwa kondisi yang mendukung dapat dibangun lewat konektivitas emosional. Metode belajar reflektif dan bercerita tentang pengalaman mudik dapat membantu. Ia menegaskan, “Sehingga anak-anak bisa masuk kembali ke dunia belajarnya tanpa tekanan,” menjelaskan bahwa tekanan belajar berlebih dapat mengganggu proses adaptasi.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk merencanakan rute kepulangan yang tidak melelahkan. Kelelahan fisik akibat perjalanan panjang dapat memengaruhi kondisi psikologis anak. KPAI menekankan agar keluarga menggunakan transportasi umum, seperti kereta api dan pesawat, karena risiko kemacetan lebih minim. Namun, “KPAI mengimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan saran petugas di lapangan agar arus balik yang aman, nyaman, dan lancar,” tambahnya.
Jasra menekankan, “Potensi kepadatan arus balik lalu lintas di hari-hari terakhir libur tetap memerlukan rekayasa dan langkah antisipatif untuk mengurangi faktor kelelahan pada masyarakat, khususnya anak-anak,” ia katakan. Hal ini menyoroti perlunya perencanaan lalu lintas yang baik agar anak tidak merasa lelah saat kembali ke sekolah.
Para siswa PAUD, SD, SMP, dan SMA sudah memulai libur Lebaran pada 16 Maret 2026 dan akan kembali ke sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.
Dengan pendekatan ini, KPAI berharap anak-anak dapat menyesuaikan diri secara psikologis dan fisik sebelum memulai semester baru, sehingga belajar menjadi lebih nyaman dan efektif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BPS RI Adakan Webinar Analisis Statistik & AI 23 Juni
Pelatihan Excel Akuntansi Reguler Batch 7: Praktis di EVL
Detikevent Kursus Wisuda Tepat Waktu: Rencanakan Skripsi Awal
RSSG 2026 Perluas Akses Pendidikan: 74 Sekolah Tanda MoU
77 Ribu Siswa Belum Tertampung, Jabar Rencanakan Swasta
Nilai Inggris Tinggi, Anak Sulit Bicara? Natieva Kids Solusi
Berita Terbaru
Brasil Seri 1‑1 vs Maroko di Piala Dunia 2026 – Laga Pertama
BPS RI Adakan Webinar Analisis Statistik & AI 23 Juni
CFD Palembang: Senam di Monpera Jadi Fokus Utama 2026
Bakteri Usus Ternyata Indikator Kanker Pankreas Dari Tinja
Waktu Jalan Kaki Tak Penting, Asalkan Konsisten
Diet Apel & Selai Kacang Jadi Favorit K-Pop Terbaru
