SMA N1 Bintan Pesisir Unggul Jadi Sekolah Teladan Digital

Agus P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 132 dibaca
Bisik.id
SMA N1 Bintan Pesisir Unggul Jadi Sekolah Teladan Digital

Gambar atau konten salah?

Apresiasi Konektivitas Digital 2026 diadakan oleh Bakti Komdigi pada 17 April 2026 di Hotel Sultan. Acara ini bertujuan memberi panggung bagi orang, komunitas, dan lembaga yang aktif memperkuat konektivitas dan literasi digital di wilayah masing-masing.

Di malam penghargaan tersebut, SMA Negeri 1 Bintan Pesisir di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dinobatkan sebagai Sekolah Teladan Digital. Sekolah ini berada di Pulau Gin Besar, Desa Numbing, yang berjarak satu jam 15 menit dari pusat kota. Menurut Permendikbud Ristek No. 160/P/2021, daerah ini termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Meski bangunan fisik sekolah sudah lengkap dan cukup besar untuk pulau kecil, hambatan utama terletak pada keterbatasan akses internet. Lokasi sekolah berada di area blank spot; dua tahun terakhir sudah mulai menggunakan Starlink, namun belum semua kelas terjangkau sinyal. Saat ini, jaringan internet hanya tersedia di ruang guru dan lab digital. Keterbatasan ini menghambat proses belajar, terutama ketika guru atau murid perlu mengakses sumber belajar daring.

Transportasi menjadi kendala lain. Siswa berasal dari tiga pulau berbeda, sementara sekolah hanya memiliki satu kapal laut sebagai sarana utama untuk menjemput mereka. Jarak pelabuhan ke sekolah cukup jauh, sekitar 4–5 km, sehingga murid harus naik kendaraan darat. Sekolah hanya memiliki satu bus, milik Pemerintah Kabupaten, yang biasanya dipakai untuk SMP dan SD. Anggaran operasional sekolah dari Dana BOS Reguler sangat terbatas karena jumlah murid kurang dari 100 orang. Akibatnya, sekolah harus membeli sarana dan prasarana secara bertahap. Dana BOS Kinerja sedikit membantu kebutuhan finansial.

Hambatan sumber daya manusia (SDM) muncul dari rendahnya motivasi belajar murid dan potensi kreativitas guru yang belum tereksplorasi maksimal. Beberapa guru merasa kurang percaya diri dan malas mengikuti pengembangan kompetensi, terutama saat dihadapkan pada kompetisi profesional meskipun mereka memiliki kemampuan.

Walaupun masih ada keterbatasan, guru-guru di SMA Negeri 1 Bintan Pesisir sudah banyak memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam pembelajaran. Beberapa guru bahkan membuat media pembelajaran sendiri. Media tersebut beragam, termasuk video pembelajaran, blog, LMS, MPI, game map, game edukasi, virtual reality, augmented reality, dan koding.

Berikut beberapa inovasi yang telah diterapkan:

  • Pengembangan aplikasi pembelajaran si Anak Garuda.
  • Pemanfaatan virtual reality dan game edukasi.
  • Edukasi lewat aplikasi 3D Gallery Virtual Seni Lukis.
  • Penerapan manajemen sistem pembelajaran terintegrasi AI.
  • Penggunaan platform digital untuk presentasi dan asesmen.

Dampak dari pemanfaatan teknologi digital di sekolah tidak hanya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi murid. Teknologi juga menghasilkan pembelajaran yang efektif, inovatif, adaptif, kreatif, berkesadaran, dan bermakna. Praktik baik yang telah dilakukan guru-guru di SMAN 1 Bintan Pesisir dapat dibagikan ke sekolah lain, sehingga dampaknya lebih luas.

Beberapa guru sekolah telah menerima penghargaan nasional. Dua guru, Pak Nurjaman (2020) dan Pak Anggi (2024), menjadi Duta Teknologi dari ajang PembaTIK yang diselenggarakan oleh Pusdatin (BLPT). Keduanya juga pernah mendapat penghargaan dari Gubernur Kepri sebagai ASN Berprestasi dan Berdedikasi. Di tingkat nasional, sekolah pernah menjadi juara dalam ajang Jambore GTK (5 terfavorit) dan Apresiasi GTK.

Pak Hendra, tahun 2025, lolos dalam program FT2025 ASEAN‑JAPAN Exchange Program For Secondary School Education. Tim sekolah pada tahun 2025 menjuarai lomba Hackathon Rumah Pendidikan, meraih juara ketiga nasional. Pada tahun 2024, tim sekolah menjuarai Acer Smart School Award. Selain itu, beberapa guru juga berperan sebagai co‑kapten belajar.id, pendekar VR, assemble certified trainer, wayground super trainer, narasumber koding, dan fasilitator digitalisasi pembelajaran.

Dengan segala hambatan geografis dan infrastruktur internet, SMA Negeri 1 Bintan Pesisir berhasil melakukan transformasi melalui SDM yang adaptif dan inovatif. Keterbatasan di sekolah pulau tidak menjadi penghalang meraih prestasi nasional dan internasional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya berkelanjutan dalam memperkuat konektivitas digital dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan di daerah terpencil.

Konektivitas DigitalSMA Negeri 1 Bintan PesisirStarlinkVirtual RealityHackathon Rumah PendidikanPembaTIKASEAN‑JAPAN Exchange Program

Komentar

Memuat komentar...