Puskesmas Ohoiel Raih Penghargaan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Dedi S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 144 dibaca
Bisik.id
Puskesmas Ohoiel Raih Penghargaan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Gambar atau konten salah?

17 April 2026, di Hotel Sultan, Bakti Komdigi menggelar acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Acara ini memberi panggung bagi individu, komunitas, dan institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerah masing-masing.

Pemenang utama di malam itu adalah Puskesmas Tayando Ohoiel, yang dinobatkan sebagai Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan.

Puskesmas ini terletak di Kecamatan Tayando Tam, Provinsi Maluku, di wilayah kepulauan Kota Tual. Sebelum mendapatkan bantuan internet dari Diskominfo BAKTI AKSI pada Oktober 2024, daerah ini mengalami krisis internet. Selain itu, listrik dan sarana prasarana masih sangat terbatas.

Sebelum digitalisasi, warga belum mendapatkan informasi dan edukasi kesehatan yang tepat. Akibatnya, banyak yang masih mengkonsumsi obat tradisional. Puskesmas Ohoiel harus menghadapi hambatan geografis, karena wilayahnya masih 3T dan terdiri dari pulau-pulau kecil.

Infrastruktur juga kurang memadai. Puskesmas hanya memiliki lima komputer, namun hanya tiga yang berfungsi dengan baik. Komputer tersebut digunakan untuk administrasi dan dokumentasi di poliklinik. Beberapa pegawai harus memakai laptop pribadi untuk menjalankan tugasnya. Tidak ada anggaran resmi untuk digitalisasi; inisiatif ini bersifat mandiri.

Sumber daya manusia menjadi kendala lain. Puskesmas masih kekurangan petugas khusus untuk pencatatan rekam medis. Pegawai yang ada belajar secara mandiri dari internet dan dari petugas RS Kota Tual mengenai rekam medis.

Setelah listrik tersedia, Puskesmas Ohoiel memulai inisiatif digital sendiri. Mereka membuat akun media sosial, termasuk Facebook dan Instagram, serta memanfaatkan telekonsul lewat aplikasi WhatsApp. Puskesmas Tayando Ohoiel kini aktif memposting informasi dan edukasi di Facebook, dengan dua ribu delapan ratus pengikut.

Telekonsultasi ini mencakup layanan poliklinik dan gawat darurat. Pesan telekonsultasi juga termasuk layanan telemedicine, sehingga pasien atau keluarga dapat mengambil obat di apotek puskesmas. Dalam keadaan darurat, obat yang sudah diresepkan dapat diantarkan langsung ke pasien, memudahkan mereka memperoleh obat.

Dampak digitalisasi terlihat pada peningkatan kualitas pelayanan. Responsif dan cepat, telekonsultasi membantu menangani pasien dengan tepat. Puskesmas Ohoiel juga memanfaatkan aplikasi Sikda Generik yang terhubung dengan Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan.

Sebelum aplikasi Sikda Generik, pencatatan rekam medis dilakukan secara manual, memakan waktu lama dan tidak efisien. Dengan aplikasi ini, pencatatan dapat dilakukan secara online, lebih cepat dan teratur.

Jumlah pasien yang berobat meningkat signifikan. Awalnya, puskesmas hanya melayani hingga sepuluh pasien, dan seringkali sepi. Kini, jumlah pasien dua kali lipat, bahkan pernah mencapai seratus orang.

Peningkatan jumlah pasien sejalan dengan jejak digital puskesmas. Melalui Facebook, puskesmas memberikan edukasi tentang penyakit paling banyak di daerah. Setelah edukasi, mereka mengadakan penyuluhan atau edukasi kesehatan secara langsung.

Puskesmas juga menyediakan edukasi bagi ibu hamil tentang kehamilan dan persalinan. Banyak ibu hamil yang sebelumnya bersalin di dukun beranak kini beralih ke puskesmas.

Digitalisasi layanan membantu mengurangi biaya operasional puskesmas serta biaya yang dikeluarkan oleh pasien. Daerah Toyendo terbagi ke beberapa pulau, sehingga berobat memerlukan kapal ferry dan speedboat yang tidak murah. Melalui edukasi media sosial, warga tetap mendapatkan manfaat tanpa harus bepergian. Telekonsul dan telemedicine menghemat biaya bagi pasien.

Secara keseluruhan, inisiatif digital di Puskesmas Tayando Ohoiel menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat memperbaiki akses layanan kesehatan, menurunkan biaya, dan meningkatkan volume pasien. Puskesmas ini menjadi contoh bagi daerah lain yang masih berjuang dengan keterbatasan infrastruktur.

Puskesmas InovatifDigitalisasi Layanan KesehatanTelekonsultasiSikda GenerikKonektivitas DigitalMalukuKrisis InternetTelemedicine

Komentar

Memuat komentar...