Sopir Truk Tewas Ditabrak KA Logawa di Perlintasan Nganjuk
Gambar atau konten salah?
Sebuah kecelakaan fatal terjadi di perlintasan kereta api di Desa Bagorkulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Sebuah truk boks ekspedisi ditabrak Kereta Api Logawa hingga ringsek. Sopir truk tewas di tempat. Seorang pengendara motor yang kebetulan berada di samping truk ikut terluka.
Peristiwa ini terjadi pada 09 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Truk boks J&T Express bernomor polisi L 9417 CL melaju dari arah timur. Saat itu palang pintu perlintasan sudah tertutup, tapi truk tetap nekat melintas. Kereta Api Logawa yang melaju dari arah berlawanan langsung menghantam bagian truk. Benturannya sangat keras. Truk terguling, bodinya hancur parah. Reruntuhan truk kemudian menimpa sebuah sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AG 3520 XA yang sedang melintas di sebelah truk.
Korban tewas adalah sopir truk berinisial TNA, warga Kecamatan Caruban, Kabupaten Madiun. Sementara pengendara motor, DJN, warga Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, menderita luka-luka. Ia mengalami patah tulang di tangan dan kaki kanan. Setelah kejadian, korban luka segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Jenazah sopir truk juga dievakuasi oleh tim gabungan.
Kapolsek Bagor, AKP Winih, mengatakan truk diduga menerobos palang pintu yang sudah tertutup. "Bersamaan dengan itu muncul KA Logawa yang menghantam truk hingga ringsek. Di sebelah truk ada motor Honda Supra yang ikut tertimpa truk dan pengendaranya mengalami luka-luka," ujarnya pada Jumat, 10 Juli 2026. Winih menambahkan, penanganan kecelakaan masih dilakukan Unit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti.
Namun, ada dugaan lain. Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, kemungkinan penyebab kecelakaan adalah palang pintu perlintasan yang terlambat ditutup. Hal inilah yang membuat truk tetap melintas dan akhirnya tertabrak kereta. "Untuk identifikasi awal, mungkin pihak (petugas) palang pintu telat menutup. Namun kami masih menelusuri lebih lanjut karena apa pun yang saya sampaikan harus berdasarkan fakta-fakta di lapangan," ujar Wahby.
Dugaan itu muncul berdasarkan informasi dari warga sekitar lokasi. Polisi juga sudah memeriksa rekaman CCTV di area perlintasan. Namun, hasil CCTV masih akan dicocokkan dengan keterangan para saksi. Wahby menegaskan, petugas palang pintu belum diamankan. "Kami sudah melaksanakan olah TKP, mengevakuasi korban dan kendaraan. Saat ini kami fokus melancarkan arus lalu lintas, sementara penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berlangsung," katanya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah kecelakaan karena kelalaian sopir truk atau petugas palang pintu. "Masih dalam proses evaluasi ya. Namun demikian perlu kami tegaskan bahwa palang pintu perlintasan kereta api bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan hanya sebagai alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api," ujar Tohari. Ia menekankan bahwa pengaman utama sebenarnya ada pada kewaspadaan pengguna jalan.
Akibat tabrakan ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan cukup panjang. Berikut daftar keterlambatannya:
- KA Ranggajati terlambat 131 menit
- KA Argo Semeru terlambat 99 menit
- KA Argo Wilis terlambat 58 menit
- KA Brantas terlambat 92 menit
- KA Jayakarta terlambat 79 menit
- KA Logawa diperkirakan terlambat hingga 192 menit
Kereta Logawa sendiri yang terlibat langsung dalam kecelakaan mengalami keterlambatan paling besar. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti, termasuk kemungkinan kelalaian dari petugas palang pintu ataupun sopir truk. Belum ada keterangan resmi terkait kondisi sopir truk sebelum kejadian.
Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan di perlintasan kereta api. Banyak perlintasan sebidang di Indonesia yang masih rawan kecelakaan, baik karena faktor manusia maupun infrastruktur. Dalam kasus ini, dua versi penyebab saling bertolak belakang: ada yang menyebut truk menerobos, ada yang menduga palang pintu terlambat ditutup. Semua masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Trans Snow World Makassar: Salju Asli, Tiket Mulai Rp98 Ribu
Prancis ke Semifinal, Mbappe Kembali Puncaki Daftar Top Skor
5 Cara Cas HP yang Benar Agar Baterai Awet
Prabowo Resmi Luncurkan B50, Indonesia Tak Lagi Impor Solar
10 Juli 2026 Bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H
Kesetiaan Diuji Saat Badai, Bukan Saat Nyaman
Enam Bola Logam Misterius Ditemukan di Pantai Terpencil Australia
Studi: Kepribadian Terbuka Kunci Panjang Umur di Blue Zone
Prancis Kalahkan Maroko 2-0, Lolos Semifinal Piala Dunia
