Kesetiaan Diuji Saat Badai, Bukan Saat Nyaman

Sari D. · 4 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kesetiaan Diuji Saat Badai, Bukan Saat Nyaman

Gambar atau konten salah?

Jumat, 10 Juli 2026, umat Katolik diajak merenungkan satu hal: bertahan dan setia sampai akhir. Bukan dalam keadaan nyaman, melainkan saat badai datang.

Kesetiaan kepada Kristus memang tidak selalu mulus. Ada harga yang harus dibayar. Tapi janji Tuhan jelas—Dia menyertai setiap orang yang teguh hingga akhir.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan bahwa kesetiaan bukan soal segalanya berjalan lancar. Justru saat tantangan dan penderitaan menghadang, iman diuji. Dengan rahmat-Nya, setiap orang beriman bisa tetap teguh, hidup dalam kasih, dan menjadi saksi Kristus di mana pun berada.

Sebelum masuk ke renungan, mari simak bacaan liturgi hari ini.

Bacaan I: Hosea 14:2-10

Bawalah kata-kata penyesalan. Bertobatlah kepada Tuhan. Katakan: "Ampuni segala kesalahan kami. Beri kami yang baik. Kami akan mempersembahkan pengakuan.

Asyur tak bisa menyelamatkan kami. Kami tak mau naik kuda. Kami tak akan lagi berkata 'Ya, Allah kami!' pada buatan tangan sendiri. Sebab Engkau mengasihi anak yatim."

"Aku akan memulihkan mereka. Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela. Murka-Ku sudah surut.

Aku akan seperti embun bagi Israel. Ia akan berbunga seperti bunga bakung. Akar-akarnya menjulur seperti pohon hawar.

Ranting-rantingnya merambak. Semaraknya seperti pohon zaitun. Baunya harum seperti Libanon.

Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku. Tumbuh seperti gandum. Berkembang seperti pohon anggur. Termasyhur seperti anggur Libanon.

Efraim, apa lagi sangkut paut-Ku dengan berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau. Aku seperti pohon sanobar yang menghijau. Dari-Ku engkau mendapat buah.

Siapa bijaksana, biarlah ia memahami. Siapa paham, biarlah ia mengetahui. Sebab jalan Tuhan itu lurus. Orang benar menempuhnya. Pemberontak tergelincir di situ."

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4, 8-9, 12-13, 14, 17

Aku sadar akan pelanggaranku. Aku bergumul dengan dosaku.

Terhadap Engkau saja aku berdosa. Melakukan yang Kauanggap jahat. Supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita. Biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak kembali.

Sembunyikan wajah-Mu terhadap dosaku. Hapuskan segala kesalahanku.

Bangkitkan kembali kegirangan karena selamat dari-Mu. Lengkapilah aku dengan roh yang rela.

Aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada pelanggar. Supaya orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskan aku dari hutang darah, ya Allah keselamatanku. Lidahku akan bersorak memberitakan keadilan-Mu.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur. Hati yang patah dan remuk tak akan Kaupandang hina.

Bacaan Injil: Matius 10:16-23

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah serigala. Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Tapi waspadalah terhadap semua orang. Ada yang akan menyerahkan kamu ke majelis agama. Mereka akan menyesah kamu di rumah ibadat.

Karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa dan raja. Sebagai kesaksian bagi mereka dan orang yang tak mengenal Allah.

Jika mereka menyerahkan kamu, jangan kuatir akan apa yang harus kamu katakan. Semua akan dikaruniakan padamu saat itu juga.

Bukan kamu yang berkata-kata. Melainkan Roh Bapamu. Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh. Ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tua dan membunuh mereka.

Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat.

Jika mereka menganiaya kamu di kota yang satu, larilah ke kota lain. Sebab Aku berkata: Sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."

Ayat Matius 10:22 berbunyi: "Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."

Pernyataan Yesus ini bisa bikin ragu. Tapi di sisi lain, ini juga panggilan. Menjadi Kristen sejati berarti tetap mewartakan Sang Juruselamat kepada siapa pun yang ditemui. Meski risikonya dibenci.

Mewartakan Kristus tidak selalu lewat kata-kata. Lebih penting lewat perbuatan. Dengan perbuatan, orang lain tahu kita pengikut Kristus.

Tantangannya: kadang kehadiran kita saja sudah bikin orang tidak nyaman. Penolakan, kebencian, fitnah bisa datang. Tapi sebagai pengikut Kristus, kita harus tetap bertahan. Hidup dalam kasih.

Kristus berjanji: setiap orang yang bertahan sampai akhir akan selamat. Maka, marilah tetap setia. Supaya pada akhirnya kita mencapai tujuan hidup sejati: bersatu dengan Tuhan dalam keabadian.

Doa Penutup

Ya Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih atas sabda-Mu yang mengingatkan kami untuk berbuat baik dengan hati tulus. Tanpa mengharap pujian atau balasan. Ajarlah kami memberi dengan sukacita, melayani dengan rendah hati, dan mengasihi sesama seperti Engkau telah mengasihi kami.

Jauhkan kami dari keinginan mencari kehormatan diri sendiri. Semoga setiap perkataan, tindakan, dan pelayanan kami menjadi ungkapan syukur kepada-Mu. Membawa berkat bagi orang di sekitar.

Bimbinglah kami menjadi saksi kasih-Mu sehari-hari. Sehingga melalui hidup kami, nama-Mu dimuliakan.

Inilah doa yang kami sampaikan kepada-Mu. Sebab Engkaulah juru selamat kami yang hidup dan berkuasa, dulu, kini, dan sepanjang masa. Amin.

Renungan ini bersumber dari buku "Sabda Kehidupan" oleh Dian. Intinya sederhana: kesetiaan kepada Kristus diuji justru saat keadaan sulit. Bukan saat semuanya baik-baik saja. Dan janji keselamatan diberikan kepada mereka yang bertahan—bukan yang menyerah di tengah jalan.

kesetiaanbertahansampai akhirkeselamatanpenganiayaankasihKristus

Komentar

Memuat komentar...