Sumsel Evaluasi Pasar Keuangan Syariah Sebelum FESyar 2026
Gambar atau konten salah?
Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan, menilai penting melakukan evaluasi terhadap pangsa pasar keuangan syariah. Meskipun provinsi ini memiliki 90 persen penduduk muslim, perkembangan keuangan syariah di daerah ini masih belum optimal.
Gubernur menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di masyarakat. Besarnya jumlah penduduk muslim di Sumsel seharusnya sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Oleh karena itu, Herman Deru menekankan perlunya evaluasi terhadap berbagai faktor yang menjadi penghambat perkembangan pangsa pasar keuangan syariah. Ia menanyakan apakah sosialisasinya kurang atau penerimaannya masih rendah, dan menyatakan bahwa penyebabnya harus dicari agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang.
“Sumsel memiliki penduduk muslim sekitar 90 persen. Ketika Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026, karena ini merupakan rangkaian road to festival nasional, saya sangat gembira,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa tidak optimalnya keuangan syariah di Sumsel menjadi pertanyaan. Ia mendorong evaluasi dilakukan bersama seluruh pihak terkait. “Ini menjadi pertanyaan bersama. Apakah sosialisasinya yang kurang atau penerimaannya yang masih rendah. Penyebabnya harus kita cari tahu agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang,” katanya.
Herman Deru menegaskan bahwa prinsip syariah tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan label semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku, tata kelola usaha, dan aktivitas ekonomi sehari-hari. “Syariah itu bukan hanya label, tetapi perilaku. Bagaimana kita berekonomi dengan cara yang baik, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan banyak usaha yang mungkin tidak berlabel syariah, tetapi praktiknya sudah mencerminkan nilai-nilai syariah,” jelasnya.
Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah regional Sumatera. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju festival ekonomi syariah tingkat nasional. “Saya langsung menyambut baik dan memprioritaskan kegiatan ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan festival itu sebagai sarana memperluas wawasan mengenai ekonomi syariah. Menurutnya, edukasi harus diperkuat sejak dini dan menjangkau kalangan generasi muda, mulai dari Gen Z, Gen Alpha hingga mahasiswa. “Literasi keuangan syariah harus didorong lebih cepat lagi agar semakin marak dan tersosialisasi. Harus masuk ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi agar generasi muda memahami dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi syariah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru turut memaparkan capaian pembangunan daerah yang menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi syariah di Sumsel. Di antaranya pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Riau, penghargaan nasional dalam pengendalian inflasi, serta capaian terbaik dalam digitalisasi keuangan daerah. “Kami terus membangun fondasi ekonomi yang kuat, termasuk pembangunan pelabuhan samudera yang akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Sumsel. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Dalam rangkaian pembukaan FESyar 2026 juga dilakukan penyerahan Sultan Muda Santri Card, komitmen ekspor perdana produk olahan kelapa, kerupuk, dan rempah-rempah ke Tiongkok, serta penyerahan realisasi pembiayaan mikro kepada pelaku usaha. Menurutnya, Program Sultan Muda yang telah menjangkau sekitar 9.900 peserta merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi wirausaha baru di Sumsel. “Kalau satu youngpreneur mampu mengajak lima orang saja dalam usahanya, maka puluhan ribu Sultan Muda baru akan lahir dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengakui pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih berada pada kisaran 8 persen menjadi tantangan bersama. Dia menilai keuangan syariah memiliki potensi besar karena relatif lebih stabil dibandingkan instrumen keuangan konvensional.
Destry juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi ekonomi syariah nasional. Mulai dari kapasitas produksi, standardisasi, sertifikasi halal, akses pasar, hingga rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah.
Gubernur Sumatera Selatan menegaskan bahwa upaya meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga masyarakat. Dengan memperkuat literasi, menyesuaikan produk, dan menumbuhkan kepercayaan, Sumsel berupaya menjadikan keuangan syariah lebih terjangkau dan relevan bagi semua lapisan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Operasi Patuh Musi 2026: Lalu Lintas Sumsel
Cuaca Sumsel 7 Juni 2026: Hujan Ringan di Musi, Banyuasin
Yuni & Abdullah: Pernikahan LDR via Instagram 2026 di Indonesia
Kloter 4 Pulang 441 Jemaah, Lebih dari Berangkat di Palembang
Polisi Bangka Barat Perbaiki Jalan Rusak di Sungai Baru
Polda Lampung Gratis Operasi Katarak bagi 250 Warga
Berita Terbaru
Luko Badarah Ulang Raih 37 Juta Views di YouTube, Sukses
Jarak Sofa dari Dinding: Tips Desain Interior Praktis
07 Juni: Hari Keamanan Pangan, Kepedulian, dan Jantung
Anak 7 Tahun di India Hindari Dialisis, Stabilitas Ginjal
Warna Telur: Astaxanthin, Bukan Tanda Telur Palsu Satu
Brasil Menang 2-1 atas Mesir, Siap Piala Dunia 2026
SPMB 2026: 28% Siswa Terjerat Pungutan Liar, KPK Tegaskan
Transmart Sale 07 Juni: Diskon Hingga 70% + Kartu Mega
