Surabaya Kembangkan Pendidikan Menyenangkan lewat Kolaborasi
Gambar atau konten salah?
Sukma Sahadewa, kepala Dewan Pendidikan Surabaya, menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan saat ini adalah mengubah paradigma belajar yang masih terfokus pada tekanan menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan. Ia menyoroti kemajuan yang telah dicapai melalui kebijakan inovatif, termasuk penyesuaian beban belajar siswa, pengendalian penggunaan handphone (HP) atau gawai di sekolah, dan penguatan pendidikan karakter. Namun, ia menegaskan masih ada tantangan besar yang menuntut kerja sama lintas sektor secara berkelanjutan.
"Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah mengubah paradigma belajar dari yang berorientasi pada tekanan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Lingkungan sekolah harus mampu menjadi ruang aman yang mendorong eksplorasi dan tumbuh kembang anak secara optimal," kata dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) itu, Minggu (26 April 2026).
Menurutnya, kebijakan pembatasan penggunaan gawai selama jam belajar menjadi contoh konkret kolaborasi multipihak. Pemerintah menetapkan regulasi, Dewan Pendidikan memberikan masukan dan pengawasan, sekolah mengimplementasikan, sementara keluarga memastikan konsistensi penerapannya di rumah. Langkah ini bertujuan mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus siswa.
"Hal serupa juga berlaku pada kebijakan pengurangan pekerjaan rumah. Tujuannya bukan menghilangkan proses belajar, melainkan menghindari beban akademik yang tidak efektif."
"Sekolah tetap dituntut menghadirkan metode pembelajaran yang mampu membangun tanggung jawab dan kreativitas, sementara keluarga berperan menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan rumah," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi utama dalam pendidikan karakter. Nilai yang ditanamkan di sekolah perlu diperkuat dalam kehidupan sehari‑hari. Program parenting pun menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan pola asuh antara guru dan orang tua.
Selain itu, ia menilai sistem pendidikan di Surabaya juga dituntut mampu mengakomodasi keberagaman potensi siswa. Setiap anak memiliki keunikan yang perlu dikenali dan dikembangkan secara optimal. Sekolah perlu memiliki mekanisme pemetaan potensi, dinas pendidikan mendukung kebijakan dan sarana, Dewan Pendidikan mengawal arah strategis, dan keluarga memberikan dukungan emosional.
Dewan Pendidikan juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah guna memastikan kebijakan relevan dengan kebutuhan lapangan. "Pengembangan kampung ramah pendidikan menjadi wujud kolaborasi berbasis masyarakat dalam mendukung pendidikan berkelanjutan," ujarnya.
Ke depan, konsistensi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga sinergi demi mewujudkan pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan berkarakter. "Pada akhirnya, masa depan pendidikan di Surabaya sangat ditentukan oleh kekuatan sinergi tersebut. Ketika seluruh pihak bergerak dalam satu visi yang sama, maka pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan berkarakter bukan lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa," pungkasnya.
Perubahan paradigma belajar di Surabaya menuntut kolaborasi yang terstruktur antara pemerintah, Dewan Pendidikan, sekolah, dan keluarga. Dengan kebijakan yang terfokus pada pengurangan tekanan, pengendalian penggunaan gawai, dan penyesuaian beban belajar, harapan akan pendidikan yang lebih menyenangkan dan berkarakter semakin dekat. Konsistensi dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Daihatsu Fokus Layanan Aftersales Banyuwangi, Tingkatkan Pangsa
Bersihkan Karpet di Rumah dengan Cuka dan Baking Soda Efektif
1 Muharram 1448 H: Hari Libur Nasional 16 Juni 2026
Jalur Non Tes Rapor 2026 Unesa Buka Kembali, 1.800 Kuota
BI Rate 5,5%: Dampak Suku Bunga Kredit Kendaraan di Indonesia
Swiss Juara Grup B Piala Dunia 2026, Fair Play Menentukan
Kunjungan DPR ke Tol Ciawi‑Sukabumi, Seksi 3 81% Pembangunan
Cuaca 14 Juni: Sebagian Jawa Tengah Hujan Ringan, Cerah
Probiotik: Manfaat, Gula, Risiko Minuman Fermentasi
