Tata Cara Mandi Wajib Haid: Niat, Doa, dan Urutannya

Bima J. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tata Cara Mandi Wajib Haid: Niat, Doa, dan Urutannya

Gambar atau konten salah?

Bagi seorang muslimah, mandi wajib menjadi kewajiban setelah masa haid berakhir. Tujuannya jelas: agar kembali bisa menjalankan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Qur'an. Tanpa mandi wajib, ibadah-ibadah itu belum sah. Jadi, memahami tata caranya sesuai syariat Islam adalah hal yang penting.

Kewajiban ini bukan tanpa dasar. Dalam buku Fikih 4 karya Siti Khomisil Fatatil Aqillah, S.Pd.I, dan Kiki Rejeki, S.Pd., disebutkan bahwa perintah mandi wajib bersumber dari sabda Rasulullah SAW. Beliau bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy: "Apabila datang haid itu, hendaklah engkau tinggalkan sholat dan apabila habis haid itu, hendaklah engkau mandi dan sholat." (HR Al-Bukhari). Hadis ini menjadi pijakan utama.

Lantas, bagaimana cara mandi wajib yang diajarkan? Dari buku yang sama, prinsip dasarnya sederhana: mengalirkan air ke seluruh tubuh, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Air yang dipakai harus suci dan menyucikan—artinya air bersih yang tidak terkena najis. Tidak ada yang rumit, tapi ada urutan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Membaca basmalah dan berniat mandi wajib.
  • Mencuci kedua telapak tangan.
  • Membersihkan segala kotoran atau najis yang menempel di tubuh.
  • Membersihkan kemaluan atau beristinja dengan tangan kiri hingga benar-benar bersih.
  • Berwudhu dengan sempurna, sebagaimana wudhu untuk sholat.
  • Membasuh kedua tangan dengan air, lalu menyela-nyela pangkal rambut agar air sampai ke kulit kepala.
  • Mengguyurkan air ke kepala sebanyak 3 kali, mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan, lalu sebelah kiri.

Niat juga bagian penting. Dalam buku Kumpulan Doa Khusus Wanita oleh Arina Milatal Haq, bacaan niat mandi wajib setelah haid adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'alaa.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar disebabkan oleh haid, wajib karena Allah Ta'ala."

Setelah mandi, ada doa yang dianjurkan. Dalam buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut 4 Mazhab karya Isnan Ansory, Lc., M.A., disebutkan bahwa para ulama sepakat membaca doa setelah mandi wajib adalah sunnah, sama seperti membaca doa setelah wudhu. Berikut bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli tobat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh."

Panduan ini mencakup niat, tata cara, hingga doa. Semua bersumber dari buku-buku fikih dan hadis. Tidak ada yang perlu ditambahkan. Intinya, mandi wajib adalah syarat agar ibadah seorang muslimah kembali diterima setelah haid. Tanpa itu, sholat dan puasa belum dianggap sah.

mandi wajibtata caraniathaidibadahmuslimahsyarat sah

Komentar

Memuat komentar...