Tembok Ndalem Prabuwinatan di Solo Akan Diperbaiki Pemerintah
Gambar atau konten salah?
Tembok Ndalem Prabuwinatan di kawasan Keraton Kasunanan Solo akan diperbaiki setelah runtuh pada 15 Januari 2018. Perbaikan ini dicanangkan oleh Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia dengan izin resmi dari Panembahan Agung Tedjowulan.
“Gusti Tedjowulan telah memberikan izin melalui surat resmi. Beliau sangat mengapresiasi inisiatif perbaikan ini,” ungkap Kanjeng Pakoenegoro dalam keterangan tertulis yang diterima pada 22 April 2026. Izin tersebut dianggap penting karena tembok tersebut berada di Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
“Tembok Ndalem Prabuwinatan ambruk pada 15 Januari 2018 silam. Penyebab utamanya adalah kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.” kata Pakoenegoro, menambahkan bahwa koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah diperlukan agar pemugaran sesuai kaidah pelestarian.
Inisiatif pemugaran diprakarsai oleh Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia yang dipimpin oleh Krisnina Akbar Tanjung (Nina Tandjung). Ia menegaskan bahwa dana perbaikan sebagian berasal dari penggalangan dana pada acara Tribute to National Heritage yang digelar di Jakarta pada Februari 2026.
“Dalam perhelatan tersebut diadakan pula penggalangan dana untuk perbaikan tembok Ndalem Prabuwinatan,” ujar Nina.
Ia menambahkan, Ndalem Prabuwinatan merupakan bagian tak terpisahkan dari Keraton Surakarta yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional melalui Keputusan Mendikbud Nomor 208/M/2017. Perbaikan akan dimulai pekan ini.
Awal pekan ini, upaya perbaikan dimulai dengan wilujengan di pelataran Ndalem Prabuwinatan. Pakoenegoro menyebutkan bahwa Tedjowulan menugaskan empat Sentana Dalem untuk mendampingi pelaksana pemugaran: KPH Joyo Adilogo, KRMH Suryo Manikmoyo, KRMH Suryo Kusuma Wibawa, dan KRMH Surya Adimijaya.
Pihak yayasan menunjuk Pak Bintoro Notoraharjo sebagai pelaksana pemugaran. Ia sudah berpengalaman dalam pemugaran Ndalem Purwohamijayan, Ndalem Suryohamijayan, dan Ndalem Kalitan.
Tembok Prabuwinatan dibangun pada masa pemerintahan Paku Buwono X di era listrik pertama di Solo, yakni pada 1920-an. Sejak saat itu, tembok tersebut belum pernah direvitalisasi. Hal ini disebabkan karena tembok tersebut masuk sebagai benda cagar budaya, sehingga harus melalui proses khusus.
Pengingat bahwa belum pernah direkonstruksi juga berhubungan dengan rencana pemerintah pusat untuk merevitalisasi seluruh kawasan keraton secara bertahap.
Perbaikan ini menandai langkah konkret pelestarian warisan budaya di Solo. Dengan melibatkan yayasan, pengurus keraton, dan pelestari budaya, proyek ini diharapkan dapat mengembalikan keaslian tembok sekaligus memperkuat identitas sejarah Keraton Kasunanan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga swadaya, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang berharga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemuda Hilang di Merapi Ditemukan Hidup
McLaren 720S Kecelakaan, Pelat Nomor Palsu Terungkap
McLaren 720S Andra ST Hancur Terbelah Dua Usai Tabrak Tiang
McLaren 720S Andra ST Hancur Tabrak Tiang Listrik
Jembatan Serayu Cepat Rampung, Perahu Penyeberangan Kembali Angkut Pasir
Camat Boyolali Bantah Sengaja Kirim Video Tak Senonoh ke Mantan Karyawati
Berita Terbaru
Diaspora Indonesia Rela Antre Satu Jam Demi Nasi Padang di Australia
Roy Keane Terpukau Comeback Dramatis Argentina
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: Jangan Sekadar Cari Pemenang
IHSG Anjlok 113 Poin ke Level 5.873
Menteri PU Beri Rompi ke Warga yang Perbaiki Jembatan
Ponpes Bahrul Ulum Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026