IHSG Anjlok 113 Poin ke Level 5.873
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data dari RTI, pada Rabu, 08 Juli 2026, IHSG ditutup di level 5.873. Angka ini turun 113 poin atau sekitar 1,89 persen dari posisi sebelumnya.
Sejak awal sesi, IHSG sudah berada di zona merah. Saat pembukaan, indeks sempat berada di level 5.984. Level tertinggi yang dicapai hari ini juga sama, yaitu 5.984. Sementara itu, level terendahnya menyentuh angka 5.872.
Total nilai transaksi pada perdagangan hari ini mencapai Rp 10,53 triliun. Sebanyak 22,49 miliar lembar saham diperdagangkan dalam 1.973.049 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 191 saham berhasil menguat. Sementara itu, 482 saham mengalami pelemahan, dan 116 saham lainnya stagnan.
Jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, IHSG secara bulanan masih mencatatkan kenaikan sebesar 2,21 persen. Dalam skala mingguan, indeks juga menguat 3,13 persen. Namun, dalam enam bulan terakhir, IHSG justru minus 32,50 persen. Secara year to date, indeks juga masih melemah 32,08 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan dalam jangka pendek, kinerja IHSG dalam enam bulan hingga awal tahun masih berada di zona negatif. Pelemahan hari ini memperpanjang tren penurunan yang sudah terjadi sejak awal tahun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Investasi Ekraf Tembus Rp61,3 Triliun di Kuartal I 2026
Demo Buruh di Kemenkeu Batal, Said Iqbal Bicara
Kemendag Terbitkan Aturan Baru Minyak Goreng
BEI Kaji Ulang Aturan Papan Pemantauan Khusus
Potongan Ojol 8% Tak Naikkan Pendapatan Driver
BEI: Potensi Outflow Rp 3,6 Triliun Akibat Ancaman Downgrade S&P
Berita Terbaru
IHSG Anjlok 113 Poin ke Level 5.873
Menteri PU Beri Rompi ke Warga yang Perbaiki Jembatan
Ponpes Bahrul Ulum Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026
BEC 2026 Angkat Tema Perang Bayu
Irene Red Velvet Bayarkan Minuman Penggemar di Bandara
Raja Juli: Hutan Jadi Mesin Ekonomi Baru
ZXMoto 820RR-R Meluncur, Performa Naik, Pemula Dilarang Beli
