Tips Mengelola Keuangan Menjelang Lebaran dari Pakar Unair

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Tips Mengelola Keuangan Menjelang Lebaran dari Pakar Unair

Gambar atau konten salah?

Hari Raya Idul Fitri atau lebaran biasanya identik dengan berbagai aktivitas seperti membeli baju baru, menyiapkan kue kering, membagikan amplop lebaran, dan mudik untuk berkumpul dengan keluarga. Semua aktivitas ini tentu membuat pengeluaran meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Namun, menurut Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi, seorang pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), peningkatan konsumsi menjelang lebaran adalah hal yang wajar karena momen ini hanya terjadi pada waktu tertentu.

Tika menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi dalam situasi ini tidak selalu dapat dianggap sebagai perilaku konsumtif. Dalam ekonomi, perilaku konsumtif adalah aktivitas membeli barang yang didorong oleh keinginan semata, bukan kebutuhan. "Biasanya hal ini dipengaruhi oleh tren, keinginan untuk meningkatkan status sosial, atau sekadar mengikuti ajakan lingkungan," ungkapnya. Meskipun wajar, masyarakat tetap perlu mengelola keuangan agar tidak boros saat lebaran.

Untuk membantu mengatur keuangan, Tika memberikan beberapa tips:

  1. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Tika mengingatkan bahwa kesalahan umum menjelang lebaran adalah tidak memprioritaskan kebutuhan utama. Dalam ekonomi Islam, kebutuhan dibagi menjadi tiga tingkatan: dharuriyah (kebutuhan pokok), hajiyah (kebutuhan penunjang), dan tahsiniyah (kebutuhan pelengkap). Seringkali, orang langsung memenuhi kebutuhan penunjang dan pelengkap tanpa memperhatikan kebutuhan utama. Hal ini bisa mengganggu keuangan setelah lebaran.

  1. Punya THR? Jangan Langsung Dihabiskan

Jika masyarakat menerima tunjangan hari raya (THR), Tika menyarankan agar tidak menghabiskannya sekaligus. Sekitar 70% dari THR boleh digunakan untuk kebutuhan lebaran, sementara sisanya sebaiknya disimpan untuk kebutuhan tak terduga.

  1. Pisahkan Anggaran Kebutuhan Lebaran

Setelah mencatat semua kebutuhan lebaran, penting untuk memisahkan anggaran tersebut dari rekening utama. Ini akan membantu agar pengeluaran lebih terkontrol dan tidak terpengaruh oleh uang yang tampak tersedia.

Tika juga menekankan bahwa lebaran bukan hanya tentang konsumsi. Ini adalah waktu untuk mempererat kebersamaan dan saling peduli. Ia mendorong masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu keluarga atau orang lain yang membutuhkan. Dengan cara ini, perayaan lebaran akan menjadi lebih bermakna dan berharga.

Adanya kesadaran untuk mengelola keuangan dengan baik dan berbagi dengan sesama dapat menjadikan momen lebaran lebih berarti. Lebaran seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi konsumsi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan dan kepedulian antar sesama.

keuanganlebarankebutuhankonsumsiTHRpengeluaranProf Tikamomen sosial

Komentar

Memuat komentar...