TNEI Tunjuk Pelatih Baru untuk Tim Nasional Esports 2026
Gambar atau konten salah?
Pada tanggal 23 April 2026, Tim Nasional Esports Indonesia (TNEI) mengumumkan melalui akun Instagram resmi bahwa ia telah menunjuk sejumlah pelatih untuk memimpin tim nasional di Esports Nations Cup 2026. Pengumuman ini menandai langkah penting dalam persiapan Indonesia menghadapi kompetisi internasional yang semakin kompetitif.
Para pelatih baru ini tidak hanya akan menentukan gaya bermain tim, tetapi juga akan terlibat langsung dalam proses pemilihan pemain. Hal ini menandakan perubahan strategi yang lebih terintegrasi antara pelatih dan atlet.
“Tugas utama para pelatih ini adalah melakukan seleksi Atlet secara ketat, mempertajam skill, serta membangun chemistry dan kekompakan para pemain bintang. Para pelatih yang terpilih ini menjadi langkah strategis PB ESI dalam mendorong Esports Indonesia semakin kompetitif di level dunia,” kata Tim Nasional Esports Indonesia, dikutip dari Instagram, Sabtu 25 April 2026.
Berikut daftar pelatih yang dipercayakan:
- Dota 2 – Yukatheo Glen Widjaja
- Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) – Kenny Deo
- Honor of Kings (HOK) – Glen Richard Pangalila
- PUBG Mobile (PUBGM) – Deni Fianda
- PUBG Battlegrounds – Ridho Dwiki Sena
- Valorant – Baskoro Dwi Putra
- League of Legends (LoL) – Tamado Simon Sagala
- Rainbow Six Siege – Guilherme Alf
- Rocket League – Maarten van Zee
Glorya Famiela Ralahalo, yang menjabat sebagai Manajer Tim Nasional untuk ENC 2026, mengungkapkan bahwa strategi Garuda didasarkan pada dua pilar utama. Ia menekankan pentingnya seleksi kualitas dan pengembangan program pelatnas yang terstruktur.
“Jadi pilar kedua dari strategi kami adalah membangun program bootcamp atau pelatnas berbasis sport science, yang nanti akan dikelola secara profesional, modern, dan berkelanjutan,” kata Glorya pada 9 April 2026.
Ia menambahkan bahwa pelatnas tidak hanya akan menambah keahlian teknikal dan taktis, tetapi juga mengintegrasikan kebugaran fisik, pemulihan, kesehatan mental, evaluasi nutrisi, dan pendampingan psikolog olahraga.
“Jadi fokus utama kita itu adalah menyatukan pemain bintang dari berbagai macam klub untuk memiliki satu kemistri, satu semangat untuk membela merah putih,” tegasnya.
Dengan kombinasi pelatih berpengalaman dan program pelatnas berbasis ilmu olahraga, Tim Nasional Esports Indonesia berharap dapat menyiapkan tim yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki kebugaran fisik, mental, dan nutrisi yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia di panggung dunia esports.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
