Tugu EduAction Latih Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan
Gambar atau konten salah?
Tugu Insurance kembali menjalankan program Tugu EduAction melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disebut Bakti Tugu. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dilibatkan sebagai ujung tombak penyebaran edukasi ini.
Sebelum turun langsung ke lapangan, para mahasiswa terlebih dahulu menjalani pembekalan. Mereka dilatih menjadi fasilitator yang mampu menyampaikan materi keuangan dengan baik. Setelah itu, ilmu yang didapat langsung dipraktikkan di tengah masyarakat. Sasaran program ini beragam, mulai dari petani di Cianjur hingga anak-anak sekolah dasar di Cilacap.
"Kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlu terus diperluas, termasuk sejak usia dini. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan edukasi secara langsung, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai fasilitator dan agen perubahan," ujar Corporate Secretary Tugu Insurance, Dudi Subekti, dalam pernyataan resminya pada 07 November 2026.
Dudi Subekti menambahkan, "Melalui kolaborasi dengan KSE dan IPB, kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai kelompok usia."
Program ini terbagi dalam dua rangkaian pelatihan utama. Masing-masing menyasar kelompok masyarakat yang berbeda. Rangkaian pertama adalah Training of Facilitators (ToF) Bijak Kelola Keuangan. Pelatihan ini khusus untuk mahasiswa penerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE). Mereka dipersiapkan untuk menjadi fasilitator edukasi keuangan bagi para petani dan keluarganya.
ToF Bijak Kelola Keuangan digelar di Wisma Tugu 1, Jakarta. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi tentang pengelolaan keuangan yang bijak. Mereka juga dilatih keterampilan komunikasi dan teknik fasilitasi. Tujuannya agar mahasiswa mampu menyampaikan materi keuangan secara efektif dan bisa mengajak masyarakat berpartisipasi aktif.
Ilmu yang diperoleh dari ToF kemudian diterapkan dalam Program Literasi Keuangan bagi Petani dan Keluarga. Program ini mengusung tema 'Bijak Kelola Keuangan, Menuju Hidup Lebih Sejahtera'. Kegiatan berlangsung di Desa Pakuon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sekitar 62 petani dari dua Kelompok Tani Hutan ikut serta dalam kegiatan ini. Kelompok tani tersebut sebelumnya telah menerima bantuan bibit pohon dari Tugu Insurance.
Kegiatan di Cianjur ini merupakan bagian dari program Hutan Adopsi Tugu Insurance yang sudah berjalan sejak 2021. Program ini bertujuan mendukung produktivitas dan pendapatan petani binaan. Bakti Tugu menilai, seiring meningkatnya pendapatan, kemampuan petani dalam mengelola hasil panen juga perlu diperkuat. Hal ini penting karena pendapatan dari hasil panen sifatnya musiman. Pengelolaan yang baik diperlukan agar pendapatan tersebut bisa memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Rangkaian kedua dari program ini menyasar kelompok usia yang lebih muda. Tugu Insurance bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menggelar Training of Trainers (ToT) Pelatihan Bijak Kelola Keuangan. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Bisnis IPB, Bogor. Lebih dari 70 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengikuti pelatihan ini.
Dalam pelatihan ToT, mahasiswa mendapat pemahaman tentang konsep dasar literasi keuangan. Mereka juga belajar teknik fasilitasi dan metode pembelajaran interaktif. Metode ini disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Setelah pelatihan selesai, para mahasiswa membawa materi tersebut ke lokasi KKN mereka. Lokasinya tersebar di 10 desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di sana, mereka memberikan edukasi keuangan kepada sekitar 300 hingga 400 siswa sekolah dasar.
Program edukasi di Cilacap ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya mengelola keuangan. Tujuannya juga untuk menanamkan kebiasaan finansial yang sehat sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
Kedua rangkaian program ini menggunakan pendekatan edukasi berjenjang. Artinya, pengetahuan yang diberikan Tugu Insurance kepada mahasiswa tidak berhenti di situ. Pengetahuan tersebut diteruskan melalui kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Mereka juga berperan sebagai agen yang membantu memperluas jangkauan edukasi keuangan.
Kolaborasi antara Bakti Tugu dengan lembaga pendidikan ini menghadirkan edukasi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok masyarakat. Bagi para penerima manfaat, pengetahuan yang diperoleh diharapkan bisa menjadi bekal untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana. Baik dalam mengelola pendapatan keluarga maupun membangun kebiasaan finansial sejak dini.
Melalui Tugu EduAction, Bakti Tugu terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta, dunia pendidikan, dan masyarakat. Tujuannya untuk memperluas akses terhadap literasi keuangan. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai penghubung, edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya bermanfaat dalam satu kegiatan. Diharapkan juga dapat diteruskan kepada lingkungan dan masyarakat yang lebih luas.
Program ini menunjukkan bagaimana perusahaan asuransi bisa berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi. Bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengelola keuangan mereka sendiri. Pendekatan berjenjang yang digunakan memungkinkan dampak program menjangkau lebih banyak orang, dari mahasiswa sebagai fasilitator, hingga petani dan anak sekolah sebagai penerima manfaat langsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun Mulai 5 November
Sumur JUM-101 PHM Hasilkan Gas 3,3 MMscfd, Lampaui Target 110 Persen
OJK: Sektor Keuangan RI Stabil di Tengah Tekanan Global
IHSG Menguat 2,25%, Asing Jual Bersih Rp65 Miliar
IHSG Pagi Ini Merah, Anjlok 73 Poin ke Level 4.957
IHSG Melemah Tipis, Investor Asing Catat Beli Bersih Rp 328 M
