Turnamen Ganda Kuatkan Atlet Muda 2026 Tangerang
Gambar atau konten salah?
Turnamen Doubles Special Championships masih berlangsung di Tangerang Selatan. Ajang ini sudah memasuki edisi ke-14, menandai komitmen terus menerus untuk melahirkan pasangan ganda bulutangkis Indonesia generasi baru. Setiap tahun, para atlet muda berkumpul di sini untuk bersaing dan belajar.
“Turnamen yang digagas Candra ini sangat tepat menjadi wadah pembinaan, khususnya untuk nomor ganda sejak usia dini. Komitmen dan konsistensi penyelenggara Candra patut didukung,” ujar Sigit Budiarto di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (11 Juni 2026).
Sigit menilai proses mencetak atlet berkualitas tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, keberadaan turnamen yang rutin digelar Candra dan berkesinambungan sangat dibutuhkan agar para pemain muda memiliki kesempatan bertanding dan berkembang. Ia menekankan pentingnya konsistensi.
“Semoga ke depannya semakin banyak turnamen seperti ini dimana pun, yang penting untuk kemajuan bulutangkis Indonesia,” lanjut Sigit Budiarto.
Legenda bulutangkis Indonesia Candra Wijaya menegaskan bahwa pembinaan sektor ganda harus terus diperkuat di tengah ketatnya persaingan bulutangkis dunia. Ia mengingatkan bahwa nomor ganda masih menjadi kekuatan utama Indonesia sekaligus penyumbang prestasi terbesar di berbagai ajang internasional.
“Turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaring dan membina talenta-talenta muda yang diharapkan mampu mengembalikan dominasi Indonesia di panggung dunia,” kata Candra Wijaya.
Sebagai informasi, lima dari delapan medali emas Indonesia di Olimpiade berasal dari nomor ganda. Catatan ini menjadi bukti bahwa regenerasi pemain harus terus dilakukan melalui pembinaan yang terarah dan kompetisi yang berkelanjutan.
Kejuaraan khusus ganda ini pertama kali diselenggarakan tahun 2009 dan berlangsung setiap tahun hingga 2019. Namun pada 2016 ajang ini sempat tidak terselenggara menyusul kesulitan mencari arena pertandingan yang representatif setelah GOR Asia-Afrika, Senayan, direnovasi untuk Asian Games 2018. Kemudian terhenti lagi sedari 2020 hingga 2022 karena Pandemi Covid-19. Namun, sejak 2023 hingga kini ajang bergengsi ini bisa terselenggara kembali.
Pada awal penyelenggaraan, ajang ini semula bertajuk “Yonex-Sunrise Men's Doubles Championships” karena hanya khusus mempertandingkan ganda putra. Baru mulai 2015, kejuaraan telah berganti menjadi “Yonex-Sunrise Doubles Special Championships” karena ada nomor ganda putri dan ganda campuran.
Ajang ini mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, dan U-19, serta kategori ganda putra dan ganda campuran dewasa. Selain memperebutkan trofi dengan desain eksklusif, para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp 250 juta.
Semua pertandingan diadakan di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), yang terletak di Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan.
Baik Sigit Budiarto maupun Candra Wijaya sepakat, semakin banyak turnamen usia dini digelar, semakin besar peluang Indonesia melahirkan pemain ganda baru yang mampu meneruskan tradisi juara dan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia di level dunia. Turnamen ini menjadi contoh nyata bagaimana konsistensi dan pembinaan terarah dapat menghasilkan atlet berkualitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
