IHSG Buka Zona Hijau, Naik 1,73% Menjadi 5.987,74 Di Bursa

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Buka Zona Hijau, Naik 1,73% Menjadi 5.987,74 Di Bursa

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi pada pagi hari di zona hijau, menunjukkan kenaikan yang cukup kuat. Pada pukul 9.10 WIB, indeks berada di level 5.987,74, naik 1,73 % atau 101,71 poin. Pembukaan IHSG tercatat di 5.960,41, dengan titik tertinggi 5.994,97 dan terendah 5.952,85.

Volume transaksi mencapai 3 miliar saham, menghasilkan turnover sebesar Rp 2,05 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 212.181 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 450 saham menguat, 94 saham melemah, dan 148 saham tetap stagnan.

Di pasar Asia lainnya, Nikkei melesat 3,13 %, Hang Seng menguat 1,43 %, dan Shanghai Composite Index naik 0,98 %. Pergerakan ini menambah dinamika pasar saham regional.

Menurut analisis Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, “IHSG hari ini diprediksi positif dalam range 5.800–6.000.” Ia menambahkan bahwa sentimen pasar dipengaruhi oleh koreksi domestik setelah dua hari rebound dan outflow asing terbatas senilai Rp 252 miliar pada 11 Juni 2026.

Secara week-to-date, IHSG rebound sebesar +5,21 % pada 11 Juni 2026, setelah tujuh pekan beruntun koreksi hingga mencapai level terendah di awal pekan 5.317. Investor menilai bahwa pasar merespons positif terhadap rupiah spot yang kembali terapresiasi ke level Rp 17.900 per USD pada 12 Juni 2026.

Pasar juga mencermati rilis BI‑Rate yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Ratih Mustikoningsih menulis, “rencana kenaikan 25 bps hingga 50 bps diproyeksikan untuk mencegah outflow di instrumen portofolio domestik dan menjaga stabilitas rupiah di tengah kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga energi non‑subsidy.”

Di pasar global, Wall Street menunjukkan kenaikan, dengan indeks Nasdaq naik 2,54 % dan S&P 500 naik 1,75 % pada 11 Juni 2026. Pasar juga merespons positif pernyataan Presiden Trump tentang kesepakatan damai dengan Iran yang akan segera diresmikan di Eropa pada 12 Juni.

Harga minyak mentah Brent turun 2,92 % ke level USD 90,4 per barel pada 11 Juni, merespon pernyataan damai tersebut. Sementara itu, SPCX melakukan listing pada 12 Juni 2026, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 1,77 triliun, masuk ke jajaran Top 10 Market Cap di Indeks Nasdaq.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan performa positif di tengah dinamika domestik dan global, dengan sentimen yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi mikro dan kebijakan moneter serta peristiwa geopolitik internasional.

IHSGBI‑RateRupiah spotNasdaqS&P 500BrentSPCX

Komentar

Memuat komentar...