Pova 8 5G: Baterai 8000mAh, Triple Chipset Siap Indonesia
Gambar atau konten salah?
Tekno baru saja memperkenalkan Pova 8 5G di India. Smartphone ini menonjolkan baterai jumbo 8.000 mAh, layar 144 Hz, dan sistem konektivitas yang didukung oleh tiga chipset.
Berita positif datang ketika kode model LK6, yang diyakini sebagai Pova 8 5G, sudah terpantau mengumpulkan sertifikasi TKDN Kementerian Perindustrian dan sertifikat Postel Komdigi. Keduanya biasanya menjadi syarat sebelum sebuah ponsel resmi dipasarkan di Indonesia, menandakan peluang masuknya Pova 8 5G ke tanah air masih terbuka lebar.
Desainnya tetap mengikuti identitas seri Pova: futuristik dengan nuansa cyberpunk. Bagian belakang menampilkan panel semi‑transparan berornamen geometris, dipadu dengan Alive Matrix Display yang dapat menampilkan hingga 49 animasi berbeda untuk notifikasi, panggilan masuk, pengisian daya, hingga aktivitas gaming.
Di depan, layar LCD 6,76 inci beresolusi Full HD+ (1080 × 2344 piksel) ber-refresh rate 144 Hz. Layar ini mendapat sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light untuk mengurangi paparan cahaya biru saat digunakan dalam waktu lama.
Performa dikelola oleh MediaTek Dimensity 7100 berbasis fabrikasi 6 nm. Ponsel dilengkapi RAM LPDDR5X hingga 8 GB dan penyimpanan internal UFS 2.2 berkapasitas 128 GB. Poin menariknya, Tecno menyematkan arsitektur triple‑chipset: selain Dimensity 7100, terdapat G1 Signal Enhancement Chip untuk memperkuat sinyal seluler di area jaringan lemah, dan SE1 Wi‑Fi Enhancement Chip yang meningkatkan stabilitas koneksi Wi‑Fi.
Untuk pendinginan, Pova 8 5G memakai lembaran grafit berukuran 15.000 mm², menjaga suhu tetap stabil saat bermain game atau menjalankan aplikasi berat.
Baterai 8.000 mAh diklaim mampu bertahan hingga dua hari penggunaan normal. Tecno menyebutkan baterai tersebut dapat mendengarkan musik lebih dari 85 jam, streaming YouTube hingga 29 jam, atau bermain Mobile Legends: Bang Bang lebih dari 14 jam tanpa henti. Pengisian dayanya didukung teknologi fast charging 45 W melalui port USB‑C.
Fotografi didukung kamera utama 50 MP menggunakan sensor Sony LYT‑600 dengan bukaan f/1.8. Kamera ini mendukung 2× lossless zoom dan perekaman video hingga resolusi 2 K. Depan, kamera berkapasitas 13 MP.
Pova 8 5G langsung menjalankan Android 16 dengan antarmuka HiOS 16. Perangkat dijanjikan mendapatkan dua kali pembaruan sistem operasi Android.
Fitur lain termasuk sertifikasi IP64 tahan debu dan percikan air, speaker stereo Dolby Atmos, NFC, IR Blaster, serta berbagai fitur AI seperti AI YouTube Summary, AI Noise Cancellation, dan AI LightMaster 2.0. Ponsel juga menampilkan Alive Matrix Display, IR Blaster, sertifikasi IP64, dan Military‑Grade Durability.
Pova 8 5 G tersedia dalam dua pilihan warna: 16‑Bit White dan Terminal Green. Di India, harga untuk varian 6 GB + 128 GB adalah 29.999 rupee (sekitar Rp 5,8 juta), sedangkan varian 8 GB + 128 GB dihargai 31.999 rupee (sekitar Rp 6,2 juta).
Tekno Pova 8 5G menawarkan kombinasi baterai besar, layar tinggi, dan chipset triple‑chipset, menandai langkah ambisius perusahaan dalam memperluas jangkauan produk ke pasar smartphone Indonesia. Dengan sertifikasi yang sudah terakumulasi, kemungkinan peluncuran resmi di tanah air tampak semakin dekat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Motorola Razr Fold Hanya Rilis 1 Varian RAM di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp25,5 Juta
Motorola Luncurkan Moto Buds 2 Plus dan Moto Buds 2 di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp 29,9 Juta
Tecno Pova 8 5G Resmi, Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
