UTBK SNBT 2026: Universitas Brawijaya Siapkan 16.225 Peserta
Gambar atau konten salah?
Universitas Brawijaya memulai pelaksanaan UTBK‑SNBT 2026 pada 21 April 2026 dengan 16.225 peserta yang hadir di kampus. Ujian berlangsung selama enam hari hingga 26 April 2026, di bawah pengawasan ketat dan dukungan infrastruktur teknologi yang telah disterilisasi.
Pelaksanaan UTBK tahun ini dibagi menjadi 11 sesi. UB menyiapkan 67 ruang ujian yang tersebar di 16 fakultas dan Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI). Selain itu, tersedia 1.540 komputer dan 165 unit cadangan untuk memastikan kelancaran proses.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menegaskan bahwa semua kesiapan teknis sudah dilakukan, termasuk sterilisasi ruang dan perangkat penunjang. “UB memastikan kesiapan seluruh infrastruktur, seperti komputer, laptop, CCTV, UPS, genset di setiap lokasi ujian untuk menghindari gangguan akibat pemadaman listrik, serta perlengkapan keamanan termasuk metal detector, serta sterilisasi ruangan,” beber Prof. Imam Santoso.
Untuk menjaga integritas ujian, UB mengerahkan 455 SDM yang terdiri dari pengawas hingga teknisi, serta sembilan Tim Monev guna meminimalkan potensi kecurangan tanpa mengurangi kenyamanan peserta.
Inklusivitas menjadi fokus utama. Terdapat 13 peserta penyandang disabilitas yang ikut berpartisipasi, terdiri dari enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra. Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, M.M., menekankan pentingnya verifikasi identitas dan akomodasi khusus bagi peserta difabel agar mereka dapat mengerjakan ujian sesuai prosedur.
“Peserta disabilitas memiliki mekanisme pelaksanaan ujian yang berbeda. UB menyediakan akses ruang ujian yang mudah, fasilitas khusus untuk mendukung peserta mengerjakan, hingga penyediaan pendamping khusus. Oleh karena itu, pengawas harus mencermati kartu peserta, jika terdapat keterangan disabilitas, maka perlu memahami karakteristik masing-masing kebutuhan, guna memastikan pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai prosedur,” urai Arif.
Antusiasme tinggi terlihat dari total 66.412 pendaftar yang memilih UB pada jalur SNBT 2026. Mereka harus memperebutkan 5.793 kursi yang terbatas. Untuk menjaga ketertiban di area kampus, Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., memberikan instruksi tegas mengenai mobilitas di area ujian.
“Kendaraan pengantar termasuk ojek daring, hanya diperbolehkan mengantar hingga gerbang kampus,” tegas Dr. Rosihan. Pengaturan ini diberlakukan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan ketenangan bagi seluruh peserta selama ujian berlangsung.
Pelaksanaan UTBK di Universitas Brawijaya menonjolkan kombinasi persiapan teknis yang matang, pengawasan ketat, dan perhatian khusus pada inklusivitas. Dengan infrastruktur yang terstandarisasi dan staf yang siap, diharapkan proses ujian dapat berjalan lancar dan adil bagi semua peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Surabaya 15 Juli 2026 Lengkap
Bersaing dengan Rekan Setim, Balsa Sekulic Rela Pakai Nomor 99
Jadwal Salat Denpasar 15 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Finalis Piala Dunia 2026 Diperebutkan
MU Resmi Dapatkan Tielemans dari Aston Villa Rp872 Miliar
Inter Milan Target Ganda: Scudetto dan Bangkit di Liga Champions
UEA Tuding Iran Serang Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas
Prakiraan Cuaca Jatim: Batu Terdingin, Surabaya Cerah
Penyandang Disabilitas Raih Dua Cumlaude, Kini Incar CPNS
