Video Viral Siungkan China Star, Restoran Keluarga di Edinburgh Bangkit
Gambar atau konten salah?
Di kota Edinburgh, sebuah restoran keluarga bernama China Star hampir terpaksa tutup setelah hampir tiga dekade beroperasi. Usaha yang dimulai pada 1997 menghadapi krisis keuangan yang mengancam kelangsungan bisnisnya.
Ketika situasi semakin memprihatinkan, pemilik restoran, seorang wanita Tionghoa kelahiran Skotlandia, memutuskan untuk meminta bantuan publik. Pada 01 April 2026, putrinya, Lisa He, mengunggah sebuah video di media sosial yang menampilkan kondisi restoran yang kritis.
Video tersebut memaparkan berbagai masalah: bangunan yang tampak kusam, menu yang terlalu panjang, dan pelanggan yang semakin sedikit. Lisa menjelaskan bahwa restoran ibunya membutuhkan bantuan agar tetap bertahan. Ia menulis, “Saya mengunggahnya karena merasa depresi, tetapi saya tidak pernah berekspektasi akan meledak seperti ini.”
Video itu segera menjadi viral, ditonton lebih dari 16 juta kali di Instagram dan TikTok. Netizen mulai memberikan komentar, saran, dan ide untuk memperbaiki restoran. Salah satu komentar yang menonjol mengungkapkan, “Sepertinya banyak orang yang berlalu tetapi tidak bisa melihat ke dalam. Jendelanya terlalu gelap,” menunjukkan perhatian terhadap tampilan interior.
Setelah video tersebut mendapatkan perhatian, pelanggan mulai datang kembali. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga sejumlah kreator konten kuliner dan influencer terkenal dari berbagai wilayah di Inggris mengunjungi China Star untuk mencoba menu mereka.
Lisa menambahkan, “Aku bisa melihat bagaimana buku bekerja keras dan ingin melakukan segala hal untuk membantu.” Ia menyoroti semangat keluarga dalam menghadapi tantangan.
Dengan meningkatnya kunjungan, restoran mulai mengisi ulang kasirnya. Pemasukan meningkat secara signifikan, memungkinkan pemilik untuk melanjutkan bisnis dan mendukung kehidupan keluarga.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat penyelamat bagi usaha kecil. Video yang sederhana namun jujur berhasil menarik perhatian publik, mengubah persepsi, dan memicu lonjakan pelanggan. Sementara tantangan bagi restoran keluarga masih ada, keberhasilan China Star menegaskan pentingnya inovasi dan keterbukaan dalam menghadapi perubahan zaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
