Vivo Turunkan Produksi Ponsel 15% Tanggapi Krisis Chip

Rizki W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Vivo Turunkan Produksi Ponsel 15% Tanggapi Krisis Chip

Gambar atau konten salah?

Vivo mengumumkan penurunan kapasitas produksi ponsel global hampir 15% pada 01 Januari 2026. Langkah ini diambil di tengah tekanan krisis chip memori yang membuat biaya produksi smartphone semakin berat.

Krisis memori global memaksa produsen lain juga menurunkan kapasitas. Harga DRAM dan NAND terus naik karena pasokan semakin ketat, sementara permintaan infrastruktur AI menguras kapasitas yang sebelumnya dipakai untuk perangkat konsumen seperti smartphone.

Menurut IDC, pasar smartphone global diperkirakan turun 12,9% pada 01 Januari 2026. Bloomberg menamai situasi ini sebagai krisis chip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menekan model bisnis banyak produsen ponsel.

Untuk Vivo, tekanan membuat ruang gerak semakin sempit. Saat harga komponen naik dan margin tertekan, produsen harus memilih antara menaikkan harga jual, menyesuaikan spesifikasi, atau menahan volume produksi agar kondisi keuangan tetap terjaga. Dalam konteks ini, pengurangan produksi dipandang sebagai langkah defensif yang masuk akal.

Dampaknya di Indonesia dapat terasa lewat harga HP yang naik dan pilihan model yang lebih terbatas, terutama di segmen yang sensitif terhadap harga. Tren kenaikan harga HP baru pada awal Januari 2026 mencerminkan tekanan chip global yang belum mereda.

Secara keseluruhan, penurunan kapasitas produksi Vivo dan produsen lain menandai tantangan signifikan bagi industri smartphone global, memaksa produsen menyesuaikan strategi harga dan spesifikasi produk untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.

Vivokrisis chip memoriDRAMNANDAIpasar smartphoneharga HP

Komentar

Memuat komentar...