VKTR Serahkan Bus Listrik Perdana untuk Tambang

Endah K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
VKTR Serahkan Bus Listrik Perdana untuk Tambang

Gambar atau konten salah?

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) secara resmi menyerahkan dua unit bus listrik Arjuno berukuran 8 meter kepada PT Bagong Dekaka Makmur, perusahaan penyedia jasa transportasi di sektor pertambangan. Acara penyerahan berlangsung di Malang pada 05 Oktober 2026.

Langkah ini menandai momen penting. Untuk pertama kalinya, kendaraan listrik komersial mulai digunakan di sektor pertambangan Indonesia. Dua unit bus Arjuno itu akan dioperasikan oleh Bagong Dekaka Makmur untuk mendukung kegiatan operasional mereka sehari-hari.

Menurut Direktur Utama VKTR, Ardiansyah Bakrie, keputusan Bagong Dekaka Makmur untuk kembali beralih ke kendaraan listrik membuktikan satu hal. Industri dalam negeri ternyata mampu memenuhi kebutuhan operasional yang makin spesifik. Ia menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis pada 06 Oktober 2026.

Ardiansyah menambahkan, penyerahan bus listrik ini menunjukkan bahwa kendaraan ramah lingkungan bukan lagi sekadar wacana. Teknologi ini sudah bisa diterapkan di lapangan. Lebih dari itu, kendaraan listrik membantu operator menjalankan bisnis dengan lebih efisien.

Kolaborasi antara VKTR dan Bagong Dekaka Makmur juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik komersial secara keseluruhan. Mulai dari proses manufaktur, karoseri, rantai pasok, hingga tenaga kerja. Belum lagi layanan purnajual dan dukungan teknis yang menyertainya.

Sektor pertambangan dikenal memiliki tingkat penggunaan kendaraan yang sangat tinggi. Di sinilah letak signifikansinya. Jika kendaraan listrik mampu memberikan performa dan efisiensi yang sesuai, maka teknologi ini akan semakin relevan bagi para pelaku industri.

"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan lebih banyak operator dan pelaku industri," ujar Ardi, sapaan akrab Ardiansyah Bakrie. Tujuannya jelas: menghadirkan kendaraan listrik komersial yang tidak hanya lebih bersih, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Bus listrik Arjuno sendiri dirancang khusus untuk mobilitas dengan intensitas tinggi. Kapasitasnya mencapai 25 penumpang. Baterainya berkapasitas 210 kWh. Jarak tempuhnya bisa mencapai 350 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Soal pengisian daya, Arjuno menggunakan sistem DC yang membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk mengisi penuh baterai. Kebutuhan daya pun bisa disesuaikan dengan pola dan jadwal operasional armada. Ini penting untuk transportasi pekerja atau mobilitas internal di area pertambangan yang rutenya sudah terukur.

Keunggulan lain? Biaya operasional yang lebih efisien. Kendaraan listrik menggunakan energi lebih hemat. Perawatannya juga lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

Direktur Utama Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, angkat bicara. Menurutnya, kendaraan di sektor pertambangan harus mampu mengikuti ritme kerja. Keandalan menjadi syarat mutlak. Efisiensi jangka panjang juga tidak bisa ditawar.

"Pengalaman positif bersama Lokon dan VKTR semakin memperkuat keyakinan kami," kata Budi. Menurutnya, kendaraan listrik kini menjadi alternatif yang kompetitif dan relevan untuk mendukung operasional pertambangan.

Singkatnya, adopsi bus listrik di sektor pertambangan menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial bukan lagi mimpi. Teknologi ini berjalan beriringan dengan kebutuhan bisnis. Dan yang terpenting, industri lokal sudah siap menjawab tantangan tersebut.

bus listrikpertambanganVKTRBagong Dekaka MakmurArjunokendaraan komersialIndonesia

Komentar

Memuat komentar...