Wanita Tionghoa di Penang Sumbangkan 100 Ringgit untuk Amal
Gambar atau konten salah?
31 Maret 2026, sebuah kedai nasi kandar di Penang, Malaysia menjadi saksi kejadian yang tak terduga. Seorang wanita Tionghoa datang seperti biasa, memilih menu sederhana seharga 10 Ringgit Malaysia (sekitar Rp42 ribu). Saat membayar, ia menyerahkan 110 Ringgit (sekitar Rp463 ribu).
Staf kasir terkejut. “Ia memang sengaja berniat memberikan donasi,” kata wanita itu ketika ditanya. Ia menjelaskan bahwa tambahan bayarannya bukan kesalahan, melainkan niat tulus. “Tak ada pesan-pesan lain selain permintaan untuk membagikan makanan,” tambahnya.
Ia ingin sisa uangnya digunakan untuk membayar makanan yang bisa dibagikan secara gratis. “Ia bermaksud untuk membagikan kelebihannya sebagai makanan gratis,” jelas staf kedai.
Wanita itu mengaku terinspirasi setelah melihat unggahan kedai tentang melayani keluarga dengan disabilitas melalui makanan gratis. “Ia merasa terinspirasi untuk berdonasi setelah melihat unggahan kami tentang melayani keluarga dengan disabilitas melalui makanan gratis. Dia juga mengaku tertarik dengan unggahan tentang donasi lainnya,” ujar perwakilan kedai.
Reaksi dari pihak kedai tidak kalah hangat. “Pihak restoran mengaku sangat tersentuh dengan tindakan tersebut. Donasi yang diberikan juga akan digunakan sepenuhnya untuk membantu mereka yang membutuhkan, sesuai dengan tujuan awal sang pemberi,” kata perwakilan.
Keajaiban kecil ini kemudian dibagikan melalui media sosial kedai. Banyak netizen yang menanggapinya dan memuji kebaikan wanita tersebut.
“Membayar 110 Ringgit untuk makanan seharga 10 Ringgit, dan kelebihannya disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Ia tidak meminta diskon, tetapi mengutamakan amal,” ujar salah satu netizen.
“Semoga bibi itu diberkasi dengan lebih banyak rezeki. Bersedekah dan berbagi rezeki dapat menyuburkan rezeki,” timpal netizen lain.
Kesaksian ini mengingatkan bahwa di balik setiap tindakan sederhana, ada cerita kebaikan yang tersembunyi. Sebuah contoh nyata bahwa niat baik bisa muncul tanpa pamrih, hanya demi memberi. Dalam dunia yang sering dipenuhi skeptisisme, kisah ini menegaskan bahwa masih ada orang yang memilih untuk berbagi, bahkan di tengah kesibukan sehari‑harinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
