Wasit Piala Dunia Kram Kaki, Pemain AS Bantu di Lapangan
Gambar atau konten salah?
Di tengah panasnya pertandingan Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Australia, sebuah kejadian tak biasa menarik perhatian penonton di Lumen Field, Seattle. Bukan aksi pemain atau gol spektakuler, melainkan wasit utama, Felix Zwayer, yang tiba-tiba mengalami kram kaki di lapangan.
Wasit asal Jerman itu sempat mendapat perawatan dari tim medis. Sebelum petugas datang, beberapa pemain, termasuk striker Amerika Serikat Florian Balogun, ikut membantu di lapangan. Kejadian ini langsung menjadi perbincangan.
Mantan wasit berlisensi FIFA, Mark Clattenburg, mencoba menjelaskan penyebabnya. Cuaca panas di Seattle disebut sebagai faktor utama. "Dia perlu mengonsumsi garam. Hari ini panas, para wasit sedang beradaptasi dengan kondisi cuaca, dan ini adalah contoh utamanya. Ini agak memalukan, tapi saya yakin dia akan melupakan kejadian ini," kata Clattenburg, dikutip dari New York Post.
Beban kerja wasit utama memang tidak ringan. Dibandingkan asisten wasit, mereka harus berlari lebih banyak mengikuti pergerakan bola. Tujuannya agar bisa mengambil keputusan dengan akurat. Pada laga itu, Zwayer bekerja keras. Ia memberikan 28 pelanggaran dan tujuh kartu kuning—tiga untuk tim Amerika dan empat untuk Australia.
Sebuah studi tahun 2012 berjudul "Football officials activities during matches: a comparison of activity of referees and linesmen in European, Premiership and Championship matches" menemukan fakta menarik. Rata-rata, wasit utama menempuh jarak 11,6 km per pertandingan. Sementara itu, asisten wasit hanya 6,5 km. Perbedaan jarak ini menunjukkan betapa beratnya tugas seorang wasit utama.
Kondisi itu bisa makin berat jika pertandingan berlangsung cepat. Jual beli serangan dari kedua tim yang sporadis membuat wasit harus terus bergerak. Mereka harus mengikuti arah bola, atau setidaknya berada dalam jarak pandang yang ideal. Kram yang dialami Zwayer menjadi pengingat bahwa wasit juga manusia biasa yang rentan terhadap kelelahan fisik, terutama di bawah tekanan cuaca panas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemula Maraton Rentan Rhabdomyolysis, Dokter: Pemanasan Bertahap Kunci Utama
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?
Gagal Ginjal Akut Mengintai Pelari Marathon
Marathon Tanpa Persiapan, Rhabdomyolysis Ancam Ginjal
Piala Dunia 2026: Ancaman Kesehatan Paru di Balik Kemeriahan
30 Menit Jalan Kaki Sehari Tingkatkan Jantung dan Mood
Berita Terbaru
Zanzabil, Kopi Jahe Betawi Abad 18 yang Masih Bertahan di Jakarta
Dua Pabrik Otomotif di Jatim Siap PHK Ribuan Karyawan
Uruguay vs Tanjung Verde Imbang 2-2 di Grup H
Jembatan Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Patung Sudirman Tetap
LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus 2026
Doa Pelunas Utang: Amalan Agar Terbebas dari Lilitan
Rhabdomyolysis Mengintai Pelari Maraton, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal
Gratis Transportasi dan Wisata Jakarta 22-28 Juni, Berlaku untuk Semua Pemegang KTP RI
Oyarzabal bungkam kritik, cetak dua gol cepat di Piala Dunia