WSBP Tunda Bayar Kupon Obligasi, Likuiditas Tersendat
Gambar atau konten salah?
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunda pembayaran kupon ke-8 untuk Obligasi Waskita Beton Precast I dan II Tahun 2022. Kupon tersebut seharusnya jatuh tempo pada 25 September 2026. Alasan penundaan ini adalah tekanan likuiditas yang sedang dialami perusahaan.
Kepala Divisi Corporate Secretary, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa masalah likuiditas muncul karena target kas masuk dari pencairan piutang pelanggan tidak tercapai. Di sisi lain, harga material naik. Kenaikan ini mempengaruhi kecukupan Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) perusahaan.
Meskipun begitu, WSBP berjanji akan menyelesaikan kewajiban ini paling lambat 90 hari atau tiga bulan ke depan. Fandy menyatakan dalam keterangan tertulis pada 24 September 2026, "Dengan tetap tunduk pada ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Waskita Beton Precast I & II, Perseroan akan berupaya untuk memastikan kesediaan CFADS untuk pembayaran Kupon Obligasi Waskita Beton Precast I & II dalam jangka waktu paling lambat 90 hari."
Sehubungan dengan penundaan ini, WSBP menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Wali Amanat. Tujuannya adalah menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai ketentuan hukum dan perjanjian yang berlaku.
Untuk memenuhi sisa kewajiban CFADS, perusahaan sedang menjalankan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah komunikasi proaktif dengan pelanggan untuk mempercepat penagihan piutang. Perusahaan juga mempertimbangkan opsi menempuh jalur hukum yang terukur untuk piutang yang sudah jatuh tempo.
Selain itu, WSBP melakukan pengetatan pengeluaran. Caranya dengan efisiensi beban usaha. Perusahaan juga memastikan seluruh proses produksi berjalan agar kelangsungan bisnis tetap terjaga.
Di tengah kendala likuiditas yang menyebabkan penundaan pembayaran ini, WSBP memastikan operasional dan suplai produk beton precast maupun readymix untuk berbagai proyek strategis nasional tetap berjalan. Beberapa proyek besar yang saat ini disuplai oleh WSBP antara lain:
- Proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung
- Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B
- Tangguh UCC Onshore Project Papua
- National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A
- New Priok Eastern Access (NPEA)
Selain infrastruktur jalan dan pesisir, WSBP juga sedang menyelesaikan konstruksi Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.
Fandy menegaskan, "Perseroan senantiasa berkomitmen menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan, sekaligus terus memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)."
Penundaan pembayaran kupon ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang menghadapi kesulitan arus kas. Langkah-langkah seperti penagihan piutang dan efisiensi biaya diambil untuk mengatasi masalah ini. Sementara itu, proyek-proyek besar yang disuplai WSBP tetap berjalan, yang berarti perusahaan masih aktif beroperasi meskipun ada tekanan keuangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait