Fajar H. · 1 min baca · 57 menit lalu · 23 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa Bandara Jember tidak bisa hanya dinilai dari ukuran atau kemegahan bangunannya. Bandara Jember harus dilihat dari fungsi utamanya: membuka konektivitas dan mempercepat mobilitas masyarakat, bukan sekadar gedung megah tanpa aktivitas penerbangan.

“Bandara Jember mungkin seperti Balai Desa tetapi di dalamnya ada, apa namanya, ada Cigar Lounge dan penerbangannya. Insyaallah semakin lama akan semakin banyak, saya pikir itu,”

Baru-baru ini Jember membuka rute baru ke Surabaya menggunakan pesawat maskapai Wings Air. Rute ini menjadi langkah strategis setelah sebelumnya Jember berhasil terhubung dengan Jakarta dan Bali. Bandara Jember kini menambah jumlah penerbangan yang tersedia.

“Setelah kita berhasil menghubungkan Jember dengan Jakarta dan Bali, maka salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang lain yaitu Surabaya. Ini momentum yang sangat luar biasa,”

Menurut Gus Fawait, ukuran keberhasilan sebuah bandara tidak diukur dari luas terminal atau megahnya bangunan, melainkan dari jumlah penerbangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan bukan cuma penerbangannya saja, mudah-mudahan bandaranya juga bisa lebih baik lagi. Tapi fungsi yang paling utama itu sebetulnya adalah penerbangan. Bandara besar terus tidak ada pesawat yang terbang juga sayang, sambil nunggu (pesawat) ada ruangan untuk cigar,”

Ia menegaskan bahwa penerbangan baru tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, DPR, dan Lion Group yang memiliki komitmen sama untuk mendorong kemajuan daerah.

Lebih jauh, Gus Fawait melihat

Bupati JemberBandara JemberWings AirSurabayaJakartaBalikonektivitas

Komentar

Memuat komentar...