Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

BAKTI, lembaga yang mengelola akses internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), menunjukkan peningkatan signifikan di Kalimantan Timur. Koneksi digital kini menjadi kebutuhan pokok masyarakat di daerah-daerah terpencil.

Darien Aldiano, Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI, melaporkan data penggunaan di Kabupaten Berau. Di Pulau Maratua, beberapa titik akses internet telah terbentuk, menandai tren positif bagi penduduk setempat.

“Di lokasi Pos TNI AL Pulau Maratua, penggunaan layanan akses internetnya sudah tinggi. Terlihat sampai di titik puncak 100 Mbps di bulan Mei atau satu bulan terakhir,” kata Darien kepada media pada Kamis, 11 Juni.

Menurutnya, capaian 100 Mbps lewat satelit bukan hal biasa. “Karena untuk koneksi satelit sampai 100 Mbps itu pencapaian yang sangat baik. Kalau optik 100 Mbps itu hal biasa karena menggunakan kabel fisik, sedangkan satelit ini tidak ada kabel fisik melainkan gelombang frekuensi, tapi bisa mencapai 100 Mbps,” paparnya.

Selain Pos TNI AL, tingkat penggunaan tinggi juga tercatat di Kantor Kepala Kampung Payung‑Payung dan SDN 001 Payung‑Payung. Di kantor kampung, trafik internet sempat mencapai sekitar 50 Mbps, sedangkan di sekolah hampir 40 Mbps.

Darien menilai, tingginya trafik tersebut menegaskan bahwa internet di wilayah 3T benar-benar dimanfaatkan untuk pendidikan, pelayanan publik, dan akses informasi.

Data BAKTI menunjukkan jumlah pengguna yang mengakses jaringan. SDN 001 Payung‑Payung mencatat 502 pengguna, Kantor Kepala Kampung 339 pengguna, dan Pos TNI AL 368 pengguna.

“Dapat disimpulkan memang layanan akses internet yang disediakan oleh BAKTI ini sangat bermanfaat, terlihat dari tingkat mobilitas dan utilisasinya yang tinggi,” ujarnya.

Semua layanan ini didukung oleh SATRIA‑1, satelit multifungsi pemerintah Indonesia. Satelit ini masih menjadi salah satu satelit terbesar di Asia dan mampu menjembatani tantangan geografis Indonesia.

Darien menegaskan, “Kita cukup bangga di mana negara kita dengan segala tantangan geografisnya, punya satelit yang betul‑betul milik pemerintah dan dioperasikan langsung oleh SDM‑SDM lokal Indonesia di 11 gateway, serta bisa memberikan layanan sampai dengan 100 Mbps di satu titik.”

Keberhasilan BAKTI menunjukkan bahwa infrastruktur satelit dapat memperkuat konektivitas di daerah terpencil, membantu masyarakat mengakses pendidikan, layanan publik, dan informasi secara lebih merata.

BAKTISatelit100 Mbps3TKalimantan TimurSatRIA‑1Akses Internet

Komentar

Memuat komentar...