Puasa 1, 9, dan 10 Muharram 1448 H: Jadwal 16‑25 Juni 2026

Mira T. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa 1, 9, dan 10 Muharram 1448 H: Jadwal 16‑25 Juni 2026

Gambar atau konten salah?

Bulannya Muharram sering disebut sebagai bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunnah. Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun yang ditulis oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Rasulullah SAW menegaskan puasa di bulan Muharram sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah berbunyi:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Dengan kata lain, puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam rangkaian ibadah sunnah. Menjelang tahun baru Hijriah, banyak orang menganggap puasa 1 Muharram sebagai titik awal yang penuh harapan.

Berapa hari 1 Muharram 1448 H? Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Sehingga, puasa 1 Muharram akan dilaksanakan pada hari tersebut.

Seperti puasa sunnah lainnya, pelaksanaan puasa 1 Muharram diawali dengan membaca niat. Niat puasa dapat dilakukan sejak malam hari sebelum berpuasa, mulai setelah waktu Maghrib pada Senin, 15 Juni 2026. Bacaan niat puasa 1 Muharram yang diambil dari buku Meraih Surga dengan Puasa disusun oleh H Herdiansyah Achmad Lc adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.”

Keutamaan puasa 1 Muharram tidak hanya terletak pada statusnya sebagai puasa sunnah. Dalam buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zuhratus Sa'adah, dijelaskan bahwa puasa 1 Muharram dapat menjadi sebab diampuninya dosa. Al-Hafizh Ibnu Hajar RA menyebutkan bahwa Hafshah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW, ia bersabda:

“Barang siapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharam sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari.”

Selain itu, bulan Muharram juga memiliki kedudukan penting dalam pelaksanaan puasa sunnah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Hadits riwayat Muslim menegaskan bahwa shalat malam merupakan ibadah shalat sunnah paling utama setelah shalat fardhu.

Dengan semua keistimewaan tersebut, puasa di bulan Muharram menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Melalui puasa ini, seseorang dapat memulai tahun baru Hijriah dengan meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain puasa 1 Muharram, ada dua puasa sunnah lain yang sangat dianjurkan di bulan Muharram: puasa Tasu'a dan puasa Asyura. Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, waktu yang utama untuk melakukan puasa di bulan Muharram adalah 9 dan 10 Muharram, atau dikenal dengan puasa Tasu'a dan Asyura.

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Anjuran melaksanakan Puasa Tasu'a didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Dalam hadits tersebut, ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Maka, beliau bersabda, “Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu.” (HR. Muslim)

Sementara puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan tanggal 10 Muharram. Beberapa hadits menjelaskan keutamaan puasa ini, antara lain hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

Berikut jadwal puasa Tasu'a dan Asyura tahun 2026:

• Puasa Tasu'a 9 Muharram 1448 H = 24 Juni 2026
• Puasa Asyura 10 Muharram 1448 H = 25 Juni 2026

Untuk niat puasa Tasu'a, bacaan yang dapat dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.”

Untuk niat puasa Asyura, bacaan yang dapat dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.”

Dengan demikian, jadwal lengkap puasa 1 Muharram, Tasu'a, dan Asyura tahun 2026 beserta bacaan niatnya telah tersedia. Melalui pelaksanaan puasa ini, umat Islam dapat menambah pahala, menghapus dosa, dan memulai tahun baru Hijriah dengan lebih bersih dan penuh harapan.

Puasa di bulan Muharram, baik pada 1 Muharram maupun pada 9 dan 10 Muharram, memiliki nilai spiritual yang tinggi. Melalui puasa, seseorang dapat memperkuat hubungan dengan Allah, menumbuhkan kesabaran, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Dengan mengikuti jadwal dan niat yang telah ditetapkan, umat dapat meraih manfaat ibadah yang lebih maksimal.

Puasa MuharramTasu'aAsyuraKalender IbadahPengampunan dosaShalat malamBulan Hijriah

Komentar

Memuat komentar...