172 Sekolah Sidoarjo Tanpa Kepala Tetap, 126 Calon Siap

Sinta R. · 2 min baca · 57 menit lalu · 22 dibaca
Bisik.id
172 Sekolah Sidoarjo Tanpa Kepala Tetap, 126 Calon Siap

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Sidoarjo, masih banyak sekolah negeri yang belum memiliki kepala sekolah tetap. Saat ini, 172 SDN dan 15 SMPN dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).

Netti Lastiningsih, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 126 calon kepala sekolah. Angka tersebut terbagi menjadi 111 calon untuk SDN dan 15 calon untuk SMPN.

“Untuk kebutuhan kepala SMPN sudah terpenuhi karena jumlah calon kepala sekolah yang disiapkan sudah sesuai dengan kebutuhan yang kosong,” ujar Netti kepada wartawan pada 05 Juli 2025.

Data Dispendikbud menunjukkan total sekolah negeri di daerah tersebut mencapai 464 SDN dan 46 SMPN. Karena itu, kebutuhan kepala sekolah di tingkat SMP sudah dapat dipenuhi. Namun, untuk SDN masih terdapat kekurangan sekitar 61 kepala sekolah.

Netti menjelaskan bahwa proses pengisian kepala sekolah saat ini masih berjalan dan telah memasuki tahapan sistem KSPS. Untuk menutup kekurangan yang ada, Dispendikbud berencana membuka rekrutmen calon kepala sekolah lagi pada tahun ini. “Nanti akan ada rekrutmen lagi setelah proses yang saat ini selesai, sampai di sistem KSPS. Tujuannya agar kekurangan kepala sekolah, khususnya di SDN, bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Menurut Netti, keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting dalam menjaga stabilitas manajemen sekolah. Karena itu, posisi pelaksana tugas tidak ideal jika digunakan dalam jangka waktu yang terlalu lama. “Plt itu sifatnya sementara. Kalau terlalu lama dipimpin plt, manajemen sekolah juga tidak bisa berjalan maksimal. Kepala sekolah definitif dibutuhkan untuk memastikan program sekolah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, meminta Dispendikbud segera menyiapkan langkah percepatan pengisian jabatan kepala sekolah yang masih kosong. Menurutnya, kekosongan kepala sekolah berpotensi menghambat proses pengambilan kebijakan di lingkungan sekolah.

“Mulai dari penyusunan program, pengelolaan anggaran, hingga pelaksanaan kegiatan pendidikan membutuhkan keputusan kepala sekolah. Kalau terlalu lama kosong, ritme kerja sekolah juga ikut terganggu,” kata Dhamroni.

Ia menambahkan, kepala sekolah memiliki peran penting sebagai penanggung jawab utama dalam pengawasan dan pengendalian program pendidikan. Karena itu, pengisian jabatan kepala sekolah dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kualitas layanan pendidikan di Sidoarjo. “Jangan sampai target peningkatan mutu pendidikan terganggu hanya karena kekosongan kepala sekolah berlangsung terlalu lama,” pungkasnya.

Situasi ini menyoroti pentingnya penunjukan kepala sekolah tetap untuk memastikan kelancaran operasional sekolah, pengelolaan anggaran, dan pelaksanaan program pendidikan di Sidoarjo.

kekurangan kepala sekolahDispendikbudSDNSMPNRekrutmen kepala sekolahSidoarjoKSPS

Komentar

Memuat komentar...