386 Jemaah Haji Kloter 9 Tiba di Asrama Sudiang Makassar
Gambar atau konten salah?
386 jemaah haji kloter 9 tiba di Asrama Haji Sudiang di Makassar, Sulawesi Selatan pada 8 Juni 2026. Mereka datang setelah menempuh perjalanan panjang dari Kabupaten Bone dan Gowa. Penerimaan berlangsung di Aula Arafah sebelum para penjelajah kembali ke daerah masing‑masing.
Di pagi hari, sekitar pukul 09.30 Wita, area parkir asrama dipenuhi keluarga, kerabat, dan pengunjung. Beberapa membawa buket bunga, menandakan rasa syukur atas selesainya ibadah haji. Petugas keamanan mengatur arus kendaraan dan pengunjung agar tidak menimbulkan kepadatan di zona penyambutan.
Pada pukul 11.00 Wita, bus yang membawa kloter 9 masuk ke kawasan asrama. Para jemaah turun, lalu diarahkan ke Aula Arafah untuk proses penerimaan resmi. Setelah selesai, mereka dibawa ke area pengambilan barang dan kemudian dibagi ke jalur masing‑masing.
Perhatian utama datang dari penampilan busana jemaah perempuan. Banyak yang mengenakan pakaian bernuansa mewah, yang sering disebut “busana bling-bling”. Sementara jemaah laki‑laki memakai jubah dan surban tradisional. Beberapa juga menenteng oleh‑oleh khas Tanah Suci, seperti boneka unta dan kurma, untuk keluarga di tanah air.
Wahyuni, jemaah asal Gowa, mengaku menyiapkan pakaian khusus untuk kepulangannya. “Rp 1,5 juta (untuk harga) baju. (Kalau keseluruhan) kurang lebih Rp 3 juta,” ujar Wahyuni saat ditemui di lokasi. Ia juga mengatakan telah berganti pakaian sejak masih berada di dalam pesawat menuju Indonesia.
Tini, jemaah lain, menambahkan bahwa ia memesan pakaian khusus yang dijahit di Surabaya. “Jahit pakaiannya di Surabaya (sudah lama). Iya (khusus untuk pulang haji),” katanya. Ia menekankan bahwa busana bling-bling adalah tradisi di Sulawesi Selatan, sekaligus ungkapan syukur atas kesempatan haji. “8 tahun saya (menunggu untuk naik haji),” tuturnya.
Setelah proses penerimaan selesai, sekitar pukul 12.00 Wita, para jemaah dibawa ke jalur masing‑masing. Beberapa dijemput langsung oleh keluarga, sementara yang lain melanjutkan perjalanan dengan bus yang disiapkan panitia. Semua jemaah kembali ke rumah masing‑masing dengan membawa kenangan dan oleh‑oleh dari Tanah Suci.
Peristiwa ini menyoroti tradisi busana “bling‑bling” yang menjadi ciri khas jemaah haji di Sulawesi Selatan. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk ungkapan syukur atas perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa 7,7 di Filipina Rusak 31 Bangunan Sangihe Talaud
BRIN-Umi Perkuat Riset Strategis di Konferensi Makassar 2026
DJP Papabrama Blokir 36 Wajib Pajak, Rp 17,08 Miliar
BMKG Putus Peringatan Tsunami Pasca Gempa 7.7 Filipina
BMKG Selesai Peringatan Tsunami Pasca Gempa 7,7 di Mindanao
Gempa 7,7 di Mindanao: Gorontalo Aktifkan Sirine Tsunami
Berita Terbaru
Waskita 81,61% Selesai Bangun Sekolah Rakyat Sulawesi
PLN Sumut Terima Permintaan Potongan Tagihan Listrik Medan
IHSG Turun 4,52% Menutup di 5.342, Volatilitas Tinggi
Gempa 7,7 di Filipina Rusak 31 Bangunan Sangihe Talaud
Said Iqbal Dilantik Penasihat Khusus Ketenagakerjaan Presiden
Surabaya Siang Panas, Malam Dingin: Tips Tetap Sehat Dr Heni
