BMKG Putus Peringatan Tsunami Pasca Gempa 7.7 Filipina

Cahyo S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
BMKG Putus Peringatan Tsunami Pasca Gempa 7.7 Filipina

Gambar atau konten salah?

BMKG mengumumkan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Filipina telah berakhir. Peringatan tersebut diputus setelah tidak terdeteksi kenaikan air laut yang signifikan.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa susulan atau after shurt dengan magnitudo 3,9 sampai 6,7 dan gempa yang dirasakan berjumlah 2 gempa," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada konferensi pers Senin, 08 Juni 2026.

Gempa-gempa susulan ini terjadi di wilayah yang sama dengan gempa utama. Setiap aktivitas dicatat oleh sistem penginderaan bumi, dan dua di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

"Sehingga peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir," tambah Teuku. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan yang membahayakan.

"Dengan memerhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan yang membahayakan. Maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB," jelasnya.

Walaupun peringatan sudah dihentikan, BMKG tetap memantau aktivitas gempa susulan. Ia berharap pemerintah daerah tetap siaga di wilayah masing-masing.

"BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, tim SAR, BPBD, dan segenap TNI-Polri yang terlibat sebagai tim siaga bencana di daerah masing-masing," ucapnya.

Gempa dangkal pada pukul 06.37 WIB sempat memicu kekhawatiran dan mengaktifkan status Siaga hingga Waspada tsunami di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Berdasarkan data pemutakhiran sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge), tsunami kecil sempat terdeteksi mendarat di beberapa titik, dengan ketinggian gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe.

Dengan demikian, meski gempa utama telah berlalu, pemantauan berkelanjutan tetap dijalankan untuk memastikan keamanan wilayah pesisir.

BMKGtsunamigempaFilipinagempa susulanmonitoringsiagaKepulauan Sangihe

Komentar

Memuat komentar...