Said Iqbal Dilantik Penasihat Khusus Ketenagakerjaan Presiden
Gambar atau konten salah?
Said Iqbal akan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan pada 08 Juni 2026 di Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa peran barunya akan difokuskan pada perjuangan bagi pekerja dari dalam pemerintahan.
“Saya akan melakukan perjuangan bagi kalangan buruh dari dalam pemerintahan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keputusan ini sudah dibicarakan secara langsung dengan timnya di Konferederasi Serikat Pekerja se-Indonesia (KSPI) dan juga Partai Buruh.
Dalam pernyataannya, ia menyebut, “Setelah didiskusikan di KSPI dan kawan-kawan buruh kami memutuskan untuk berjuang melalui di dalam. Secara platform perjuangan, keberpihakan presiden Prabowo dan kaum rakyat kecil mendorong kami untuk berikan masukan. Jadi menjaga keseimbangan.”
Pada saat kedatangan di Istana Kepresidenan, ia menyoroti dinamika hubungan antara pengusaha dan pemerintah. Ia berkata, “Selama ini pihak pengusaha seringkali memberikan masukan secara langsung kepada menteri-menteri perekonomian.”
Ia menambahkan, “Karena kawan pengusaha kan misal ya, kita melihat secara kasat mata melalui Pak Luhut, Pak Bahlil, Pak Airlangga banyak mendapat masukan perihal yang bersifat dengan kepemilikan modal.”
“Saya beranikan diri ikhtiar dan ijtihad bahwa saya juga harus berikan keseimbangan terhadap apa yang mau disuarakan kawan kawan buruh,” tegasnya. Ia menegaskan pentingnya memberi suara yang seimbang bagi pekerja.
Ketika ditanya isu prioritas, ia menyoroti pembentukan RUU Ketenagakerjaan baru sebagai agenda utama yang akan dibawa kepada Presiden.
Dengan posisi ini, Said Iqbal diharapkan dapat menyeimbangkan kepentingan pekerja dan pengusaha, serta memperkuat dialog antara serikat pekerja dan pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
