5 Minuman Sehari-hari Orang Berumur Panjang

Dedi S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
5 Minuman Sehari-hari Orang Berumur Panjang

Gambar atau konten salah?

Pola makan dan gaya hidup memang sering disebut sebagai kunci umur panjang. Tapi, ada satu hal lain yang juga ikut berperan: pilihan minuman sehari-hari. Peneliti Dan Buettner, yang mencetuskan konsep Blue Zones, menghabiskan waktu bertahun-tahun mengamati kebiasaan orang-orang di daerah dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Tempat-tempat seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, dan Nicoya di Kosta Rika menjadi laboratorium hidupnya.

Buettner menemukan beberapa minuman yang sudah dikonsumsi penduduk setempat selama puluhan tahun. Penting dicatat, hubungan ini bersifat korelasi, bukan sebab-akibat langsung. Meski begitu, berbagai penelitian juga menunjukkan manfaat minuman-minuman ini dalam menurunkan risiko penyakit kronis dan mendukung kesehatan secara umum.

Berikut lima minuman yang paling sering ditemukan dalam keseharian orang-orang berumur panjang:

1. Teh Hijau

Teh hijau adalah minuman utama masyarakat Okinawa. Buettner menjelaskan, penduduk setempat menikmatinya sedikit demi sedikit sepanjang hari, bukan sekadar satu atau dua cangkir. Minuman ini kaya akan antioksidan, terutama katekin dan flavanol. Zat-zat ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan kafein dan asam amino L-theanine di dalamnya juga dikaitkan dengan fungsi otak yang lebih baik, seperti meningkatkan fokus dan daya ingat. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, kadar gula darah yang lebih stabil, serta membantu menjaga kekuatan tulang dan kesehatan saluran pencernaan.

2. Teh Hitam

Teh hitam juga menjadi minuman rutin di beberapa wilayah Blue Zones. Meskipun melalui proses oksidasi yang berbeda dari teh hijau, teh hitam tetap mengandung flavanol, polifenol, L-theanine, dan kafein. Semua senyawa ini bermanfaat bagi tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi teh hitam berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Menariknya, manfaat teh hitam terhadap kesehatan usus dinilai lebih baik dibandingkan teh hijau. Teh hitam membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di saluran cerna. Rasanya yang lebih kuat juga membuat teh hitam mudah dinikmati tanpa tambahan gula.

3. Kopi Hitam

Kopi hitam adalah bagian dari kebiasaan minum masyarakat berumur panjang di Sardinia, Italia, dan Ikaria, Yunani. Buettner menjelaskan, masyarakat Ikaria mengolah kopi dengan cara yang unik. Biji kopi digiling sangat halus lalu direbus, mirip dengan kopi Turki. "Proses ini kemungkinan melepaskan antioksidan tambahan yang memberi manfaat lebih," katanya. Selain kaya antioksidan, kopi mengandung vitamin B5, magnesium, kalium, mangan, dan niasin. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, depresi, penyakit hati, beberapa penyakit saraf, dan jenis kanker tertentu. Namun, kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebih.

4. Air Putih

Minuman paling sederhana ini selalu hadir dalam kehidupan orang-orang di Blue Zones. Buettner mengatakan, penduduk di wilayah tersebut terbiasa minum air saat makan. Bukan minuman manis atau minuman berperisa. "Jika bertanya kepada para centenarian tentang rahasia umur panjang, mereka biasanya menjawab makanan yang baik, udara bersih, dan air yang segar," katanya. Menurut Buettner, beberapa wilayah seperti Nicoya di Kosta Rika bahkan memiliki air yang kaya kalsium dan magnesium. Kedua mineral ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, jantung, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.

5. Wine (Anggur Merah)

Anggur merah menjadi satu-satunya minuman beralkohol dalam daftar ini. Buettner mengakui, manfaat alkohol masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan risikonya terhadap kesehatan. Namun, ia mencatat, masyarakat di lima wilayah Blue Zones umumnya mengonsumsi anggur merah dalam jumlah kecil setiap hari. Biasanya diminum saat makan berbasis nabati. "Jika diminum sedikit bersama makanan nabati, penyerapan flavonoid atau antioksidan bisa meningkat dan kadar kortisol menurun di akhir hari," ujarnya. Meski demikian, konsumsi wine tetap harus dibatasi. Beberapa penelitian bahkan menyebut tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar bebas risiko. Moderasi menjadi kunci utama untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari wine.

Pola minum orang-orang di Blue Zones menunjukkan satu kesamaan: mereka tidak mengandalkan minuman manis kemasan. Teh, kopi, air putih, dan wine dalam jumlah terbatas menjadi pilihan utama. Semua dikonsumsi sebagai bagian dari keseharian yang sederhana, bukan sebagai "ramuan ajaib" untuk hidup panjang.

minuman umur panjangteh hijauteh hitamkopi hitamair putihanggur merahblue zones

Komentar

Memuat komentar...