500 Buruh Nganjuk Ziarah ke Makam Marsinah di Hari Buruh
Gambar atau konten salah?
Di Nganjuk, 01 Mei 2026, sekitar 500 massa serikat buruh dari berbagai organisasi berkumpul di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Mereka menunaikan ziarah ke makam Marsinah, sosok yang kini diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, rombongan memulai long march pada pukul 09.30 WIB dari balai desa setempat. Jaraknya hanya 500 meter, namun setiap langkah dipenuhi semangat. Para peserta membawa bendera dan atribut masing-masing serikat, menandai identitas mereka.
Ratusan buruh yang hadir tidak hanya berasal dari serikat buruh; LSM dan komunitas masyarakat juga ikut serta. Kehadiran lintas elemen menegaskan bahwa perjuangan Marsinah melintasi batas organisasi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Acara diisi dengan doa bersama, tabur bunga, dan refleksi tentang perjuangan untuk melanjutkan semangat Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Setiap langkah diiringi doa, menandai rasa hormat terhadap arwah beliau.
FSB Kikes KSBSI Nganjuk dipimpin oleh Kelik Widiwahyuno, yang memimpin rombongan ziarah. Ia mengungkapkan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. "Terima kasih kepada Bapak Presiden atas gelar Pahlawan Nasional Mbak Marsinah. Semangat juang Mbak Marsinah akan tetap kami lanjutkan, tidak hanya untuk buruh di Nganjuk, tapi seluruh Indonesia," ujar Kelik.
Kelik menekankan bahwa sekitar 500 orang dari KSBSI bersama elemen lain turut ambil bagian dalam ziarah tersebut. Ia menekankan fokus pada doa bersama sebagai bentuk penghormatan setelah Marsinah resmi menyandang gelar pahlawan. "kami hanya satu tujuan, berdoa bersama. Selain mendoakan arwah beliau, ribuan doa kami kirimkan untuk Mbak Marsinah," imbuhnya.
Ia berharap penetapan Marsinah menjadi momentum bagi pemerintah dan dunia usaha untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan buruh. "Ini harus menjadi lecutan bagi pemerintah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, serta pengusaha agar sama-sama mematuhi aturan yang berlaku demi kesejahteraan buruh," ungkapnya.
Menutup acara, Kelik menyatakan bahwa setiap peringatan 1 Mei ke depan akan semakin banyak buruh dari berbagai daerah di Indonesia yang datang ke Nglundo. "tidak hanya berziarah, tetapi juga napak tilas mengenang perjuangan Mbak Marsinah di museum yang ada sekarang," pungkasnya. Peristiwa ini menegaskan komitmen buruh Indonesia untuk menjaga warisan Marsinah dan menuntut perlindungan hak-hak mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
