52 Juta Peserta BPJS Tak Bayar Iuran

Iwan D. · 2 min baca · 54 menit lalu · 17 dibaca
Bisik.id
52 Juta Peserta BPJS Tak Bayar Iuran

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan fakta mengejutkan. Saat ini ada sekitar 52 juta peserta yang tercatat tidak aktif membayar iuran. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama keuangan BPJS Kesehatan tidak sehat.

Menurut Prihati, jika 52 juta peserta tersebut kembali aktif membayar iuran, terutama dengan besaran iuran kelas 3, maka BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pemasukan tambahan sebesar Rp 2 triliun per bulan. Dalam setahun, angka itu bisa mencapai Rp 24 triliun.

"Tetapi beberapa hal sebesar 52 juta peserta tadi yang tidak aktif. Kalau itu bisa membayar iuran dengan semangat gotong royong, maka kalau kelas 3 saja itu sekitar Rp 2 triliun per bulan. Kalau setahun bisa Rp 24 triliun," ujar Prihati di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 September 2026.

Prihati juga menyoroti masalah prosedur penyesuaian iuran. Usulan penyesuaian sebenarnya sudah diajukan sejak enam tahun lalu, tapi belum juga bisa dilaksanakan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang memperburuk kondisi keuangan BPJS Kesehatan.

Faktor-faktor tersebut antara lain inflasi biaya medis, pertumbuhan jumlah penduduk, pergeseran jenis penyakit yang diderita peserta, dan peningkatan utilitas layanan kesehatan. Semua ini membuat beban keuangan BPJS Kesehatan semakin berat.

Prihati juga mengkritik pola pembayaran berbasis volume yang diterapkan oleh pemberi layanan kesehatan. Pola ini, menurutnya, membuat pemberi layanan lebih mengejar kuantitas daripada kualitas. Akibatnya, pelayanan yang diberikan tidak selalu tepat sasaran.

"Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value-based, dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran," tutur Prihati.

Dari penjelasan Prihati, terlihat bahwa masalah keuangan BPJS Kesehatan tidak hanya soal peserta yang tidak aktif membayar. Ada juga persoalan regulasi yang belum berubah selama bertahun-tahun, dan sistem pembayaran yang mendorong layanan asal-asalan. Perbaikan di semua lini tampaknya diperlukan agar BPJS Kesehatan bisa kembali sehat.

BPJS Kesehataniuran tidak aktifkeuangan tidak sehatpenyesuaian iuraninflasi biaya medisutilitas layananpembayaran volume

Komentar

Memuat komentar...