BEI Bantah Penurunan IHSG Terkait Harga Saham Rp 1

Agus P. · 2 min baca · 1 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
BEI Bantah Penurunan IHSG Terkait Harga Saham Rp 1

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,51 persen atau turun 94,03 poin ke level 6.147 pada hari ini. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah bahwa penurunan itu ada hubungannya dengan kebijakan penghapusan batas harga minimum saham dari Rp 50 menjadi Rp 1.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut justru sebaliknya. Penerapan perdana aturan baru itu berjalan dengan baik, menurut pantauan mereka sejak tahap pra-pembukaan hingga pasar resmi dibuka.

"Ya, penerapan pertama dari penghapusan harga minimum Rp 50 berjalan baik. Ya, seluruh proses mulai dari pre-opening sampai pembukaan pasar dan sampai dengan saat ini seluruh proses kegiatan perdagangan itu berjalan baik," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Ia menegaskan lagi bahwa penghapusan batas harga minimum tidak berdampak negatif ke IHSG. Jeffrey menyinggung bobot saham-saham yang sudah lama berada di level Rp 50. Menurutnya, bobot saham-saham itu terhadap IHSG tidak besar.

"Harusnya tidak demikian. Pertama, pada saat ini mau diberlakukan respon dari pasar itu positif. Yang kedua, tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp 50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar," bebernya.

Meski begitu, Jeffrey mengakui kebijakan ini bisa memicu volatilitas dalam jangka pendek. Sebab ada saham yang selama bertahun-tahun tertahan di harga Rp 50, bahkan tanpa transaksi sama sekali. Kondisi itu, menurutnya, bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar menilai harga wajar atau fair value saham tersebut bukan di level Rp 50.

Setelah batas minimum dihapus, pasar akan melalui proses pencarian harga wajarnya. Proses itu butuh waktu karena ada mekanisme auto-rejection hingga akhirnya titik fair value ditemukan.

"Dan saat ini sedang mencari fair value-nya. Ya, tentu membutuhkan waktu ya karena ada proses auto-rejection di situ ya sampai nanti menemukan titik fair value-nya," jelas Jeffrey.

Berdasarkan pemantauan BEI hingga sekitar pukul 14.30 WIB, tercatat 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp 50 di pasar reguler. Namun Jeffrey tidak menyebut angka pasti kontribusinya terhadap indeks.

Penurunan IHSG hari ini lebih mungkin terkait faktor lain di pasar, bukan semata karena aturan baru. Saham-saham berharga Rp 50 yang selama ini macam-macam kondisinya — ada yang nyaris tidak pernah ditransaksikan — memang bobotnya kecil terhadap indeks secara keseluruhan. Proses penyesuaian harga wajar pasca-penghapusan batas minimum memang butuh waktu, dan volatilitas jangka pendek adalah konsekuensi yang sudah diperkirakan.

IHSGBEIpenghapusan batas harga minimumsaham Rp 50volatilitas jangka pendekfair valueJeffrey Hendrik

Komentar

Memuat komentar...