BTN Salurkan KPR FLPP 75.487 Unit hingga September 2026

Bambang W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
BTN Salurkan KPR FLPP 75.487 Unit hingga September 2026

Gambar atau konten salah?

Sepanjang tahun 2026 hingga tanggal 27 September, BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 75.487 unit. Total nilai kredit yang digelontorkan mencapai Rp12,57 triliun.

Pada periode yang sama, BTN juga memperkuat sisi penyediaan dan permintaan perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Penyaluran KPP hingga 27 September 2026 mencapai Rp5,07 triliun. Jumlah itu terdiri dari KPP Supply sebesar Rp3,14 triliun dan KPP Demand sebesar Rp1,93 triliun.

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan bahwa penguatan pembiayaan dari sisi pasokan hingga permintaan merupakan bagian dari transformasi BTN. Tujuannya untuk memperluas dampak sektor perumahan terhadap perekonomian. Ekosistem ini tidak hanya menyangkut masyarakat yang membeli rumah, tetapi juga melibatkan pengembang, kontraktor, pemasok material, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Momentum ini ditandai dengan akad massal yang melibatkan 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.568 debitur merupakan penerima KPR Subsidi, sementara 1.009 debitur lainnya adalah penerima produk UMKM. Khusus di Kota Palu, akad dilakukan kepada 159 debitur. Rinciannya, 48 debitur mendapatkan KPR Subsidi dan 111 debitur memperoleh pembiayaan produk UMKM.

Salah satu peserta akad adalah Fernando Anugrah Cahyono. Ia adalah karyawan tetap PT Palu Grand Hero dengan penghasilan Rp4,4 juta per bulan. Fernando mendapatkan KPR Subsidi dengan plafon kredit sebesar Rp167,27 juta. Ia memilih tenor 35 tahun. Pilihan tenor yang lebih panjang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menyesuaikan jangka waktu pembiayaan dengan kemampuan finansial mereka.

Di sisi penyediaan rumah, BTN juga memperkuat pembiayaan bagi para pelaku usaha. Di Kota Palu, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM sejak Oktober 2025. Pembiayaan ini khusus diberikan kepada pelaku usaha di sektor properti dan konstruksi yang mendukung pembangunan dan penyediaan hunian.

BTN juga mendorong UMKM untuk tumbuh bersama ekosistem tersebut melalui pembiayaan dan perluasan akses pasar. Berdasarkan catatan Kementerian UMKM, terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu.

"Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional. Kami punya kerja sama dengan beberapa marketplace. Kita bisa kolaborasikan, misalnya dipilih dulu 100 UMKM yang benar-benar mau kita tingkatkan, kita latih bagaimana cara jualan yang bagus di marketplace, sehingga orang yang sekali beli akan membeli kembali. Tujuannya bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tapi sudah untuk ekspor," ujar Hermita dalam keterangannya pada Senin, 28 September 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN. Program ini mendukung transaksi usaha secara digital. Selain itu, sebanyak 21 debitur UMKM tercatat telah naik kelas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan bahwa pemerintah akan mendorong Palu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.

"Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya. Di Kota Palu ada 33.935 UMKM dan jumlahnya cukup besar. Ini yang kami harapkan juga agar UMKM naik kelas," ujar Bagus.

Sementara itu, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, mengatakan bahwa BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan potensi daerah. Hal ini mencakup penguatan UMKM dan digitalisasi pemerintahan.

"Bank BTN saat ini menjadi mitra penuh Pemerintah Kota Palu dalam pendampingan pengelolaan potensi yang dimiliki daerah ini. Salah satunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik," ujar Hadianto.

Melalui penguatan pembiayaan dari pembangunan hingga kepemilikan rumah, BTN terus mendorong sektor perumahan menjadi ekosistem yang menciptakan efek berganda bagi pelaku usaha sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Dengan adanya pembiayaan yang mencakup sisi pasokan dan permintaan, serta dukungan terhadap UMKM, diharapkan sektor perumahan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan nasional.

BTNKPR FLPPKPPUMKMKPR SubsidiPaluPembiayaan

Komentar

Memuat komentar...