The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Lagi

Fandi R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga Lagi

Gambar atau konten salah?

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, masih akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi pada kuartal IV tahun ini. Perkiraan ini disampaikan Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Kenaikan suku bunga The Fed ini dipengaruhi oleh dinamika harga minyak mentah dunia. Destry menjelaskan, harga minyak dunia sempat melonjak hingga US$ 125,53 per barel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Agustus 2026 yang berada di kisaran US$ 90,88 per barel.

Selain harga minyak, inflasi global juga naik menjadi 4,6 persen akibat dinamika yang terjadi. Kondisi ini mendorong bank sentral di berbagai negara, termasuk The Fed, untuk memperketat kebijakan moneter mereka. Destry menambahkan, The Fed baru saja menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin. Ia masih memperkirakan akan ada satu kali kenaikan lagi pada triwulan IV tahun ini.

Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan akan berdampak pada penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara Asia. Rupiah Indonesia pun tidak akan luput dari dampak ini. Destry menyebutkan, kondisi ini memicu perpindahan arus modal asing dari negara-negara Emerging Markets ke negara maju seperti AS. Indonesia sendiri selama ini masuk dalam golongan Emerging Markets.

Destry menjelaskan, penguatan dolar AS terlihat dari indeks DXY yang mencapai 101,11. Sementara itu, untuk negara-negara Asia, indeksnya mencapai 96,26. Yang paling terasa adalah pelarian arus modal dari Emerging Markets kembali ke negara maju, khususnya Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, pernyataan Destry ini menggambarkan bagaimana faktor eksternal seperti harga minyak dan inflasi global dapat mempengaruhi kebijakan bank sentral AS, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian Indonesia. Kenaikan suku bunga The Fed berpotensi memperkuat dolar AS dan memicu perpindahan modal asing dari Indonesia.

suku bunga The Fedharga minyak mentahinflasi globalarus modal asingnilai tukar dolar

Komentar

Memuat komentar...