61 Perusahaan Raih Penghargaan CSR di Ajang PDB Awards 2026

Eko P. · 3 min baca · 53 menit lalu · 15 dibaca
Bisik.id
61 Perusahaan Raih Penghargaan CSR di Ajang PDB Awards 2026

Gambar atau konten salah?

Sebanyak 61 perusahaan dengan 74 program penghargaan menerima apresiasi dalam acara CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026. Acara ini digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF).

Acara penganugerahan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa juga datang. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono turut hadir. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga ikut memberikan piala apresiasi kepada para pemenang.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menyampaikan pandangannya. Menurutnya, CSR perusahaan punya peran penting. Peran itu adalah mengakselerasi pembangunan desa. Indonesia memiliki lebih dari 75.000 desa. Sinergi pendanaan CSR sangat dibutuhkan. Tujuannya melengkapi program pembangunan nasional.

"Hari ini kita menyelenggarakan penganugerahan CSR bagi perusahaan-perusahaan yang memberikan kontribusi bagi pembangunan, pengembangan desa, dan perdesaan. Kurang lebih ada 61 perusahaan dan 74 program di desa-desa," ujar Ahmad di acara CSR & PDB Awards 2026 di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, pada 28 September 2026.

"Kami di Kementerian Desa berkepentingan agar dana CSR yang dimiliki oleh setiap perusahaan, BUMN, BUMD maupun swasta, dapat dikontribusikan bagi pembangunan dan pengembangan desa. Itu kepentingan kami, supaya semua berpartisipasi aktif membangun bangsa melalui pembangunan desa. Kalau desanya maju, Indonesianya maju," tegasnya.

Ahmad berharap acara ini terus berlanjut setiap tahun. Harapannya, semakin banyak perusahaan yang bisa memberikan kontribusi CSR untuk pembangunan masyarakat desa. Menurutnya, hal ini sejalan dengan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden disebut menaruh perhatian besar pada peningkatan taraf hidup dan daya beli masyarakat perdesaan.

"Bapak Presiden sangat concern bagi percepatan pembangunan bangsa melalui pembangunan desa. Jadi semua, hampir semua program-program Bapak Presiden itu menyasar masyarakat di seluruh Indonesia khususnya di perdesaan," kata Ahmad.

Menurutnya, peran serta pihak swasta atau BUMN dalam pembangunan desa melalui skema CSR tidak hanya menguntungkan warga setempat. Dalam jangka panjang, hal ini juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan yang terlibat. Ia mendorong perusahaan yang menerima anugerah atau yang belum untuk terus melakukan kolaborasi.

"Kalau usahanya maju, daya beli meningkat. Kalau daya beli meningkat, ya supply-demand meningkat. Jadi tugas kita ini bagaimana meningkatkan daya beli. Dan untuk itu masyarakat desa harus dilibatkan oleh semua pelaku-pelaku usaha termasuk pemberian CSR," ucapnya.

Ketua Umum ISSF, Sudarmanto, menyampaikan hal lain. Pemberian anugerah CSR dan PDB Awards terus berkembang. Acara ini menyelaraskan diri dengan arah pembangunan nasional. Termasuk poin Asta Cita ke-6.

"ISSF atau Indonesia Social Sustainability Forum mengadakan agenda untuk penghargaan awarding yang memasuki tahun kelima tahun 2026, dan bahkan kita terus-menerus bekerja sama dengan Kementerian Desa serta yang disampaikan oleh Pak Wamen tadi bahwa semua program terkolaborasi menjadi satu. Kita masuk ke poin Asta Cita keenam," tutur Sudarmanto.

Soal pengawasan dan kejelasan program, Sudarmanto menekankan pentingnya transparansi. Perusahaan perlu memiliki panduan program yang jelas. Dalam hal inilah ISSF banyak berperan. Ia juga memaparkan beberapa contoh nyata program CSR yang dijalankan perusahaan peserta di daerah.

"Tentunya yang disampaikan Pak Wamen tadi adalah aspek transparansi sehingga kita sebagai koordinator pengelola CSR memberikan suatu bentuk program yang nyata, ada guidance-nya. Contoh tadi ada bidang kesehatan, kalau di Maluku Utara ada pengentasan stunting-nya, dan pemberdayaan perempuan dan wanita, juga mendayagunakan wanitanya menjadi ujung tombak penghasilan keekonomian untuk di UMKM-UMKM-nya," jelas Sudarmanto.

Ia berharap melalui penyelenggaraan CSR dan PDB Awards 2026 ini, semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan desa bukan sekadar objek pembangunan. Desa harus menjadi mitra strategis utama yang tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Acara ini menunjukkan bagaimana perusahaan dan pemerintah berupaya menyelaraskan program CSR dengan prioritas nasional. Fokus utamanya adalah pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Partisipasi swasta dan BUMN diharapkan terus tumbuh, menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian lokal.

CSR AwardsPembangunan DesaKementerian DesaPerusahaanSinergi CSRPemberdayaan DesaAsta Cita

Komentar

Memuat komentar...