Agrinas Palma Targetkan 600.000 KL Biodiesel untuk B50
Gambar atau konten salah?
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memasang target ambisius. Perusahaan pelat merah ini ingin menyumbang 600.000 kiloliter biodiesel untuk program B50. Batas waktunya? Paling lambat Desember 2027. Target itu diungkap langsung oleh Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani.
Pernyataan itu disampaikan setelah acara penyerahan dokumen Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Agrinas Palma. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang menyerahkan dokumen tersebut. Ada tiga dokumen yang diberikan: Peraturan Presiden tentang PSN, surat penetapan pelaksana PSN, dan surat keterangan PSN untuk kawasan Torganda di Sumatera Utara.
Acara ini juga terkait rencana pengembangan lahan Torganda. Luasnya sekitar 48.000 hektare. Status lahan itu diusulkan berubah, dari hutan produksi menjadi area penggunaan lain (APL) atau hak guna usaha (HGU).
"Dan tentu kami sebagai BUMN punya tanggung jawab bagaimana mendukung program pemerintah untuk B50, B60, dan seterusnya. Bahkan tahun depan, mudah-mudahan mohon doanya, tahun depan Desember paling lambat, kami akan mengontribusikan 600.000 kiloliter biodiesel untuk memperkuat B50," kata Abdul Ghani di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Abdul Ghani, dukungan terhadap program biodiesel adalah bagian dari tanggung jawab Agrinas Palma sebagai badan usaha milik negara. Perusahaan juga menyiapkan pola pembinaan untuk petani plasma. Tujuannya meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat.
Agrinas Siapkan Pendampingan Petani Plasma
Agrinas Palma berencana menugaskan petugas khusus. Mereka akan mendampingi petani plasma dalam mengelola perkebunan. Pendampingan mencakup banyak hal: pendanaan, organisasi, keuangan, hingga teknis budidaya.
Abdul Ghani mengatakan pola pendampingan ini terinspirasi dari pengelolaan perkebunan tebu di Jawa Timur. Dengan pendampingan langsung, petani diharapkan mendapat dukungan nyata. Mereka bisa mengelola kebun lebih baik dan meningkatkan hasil produksi.
"Jadi, cara ini saya tiru dari tebu di Jawa Timur. Nanti ada petugas yang dia meng-guiding petani dari sisi katakanlah pendanaan, dari sisi nanti pengelolaan organisasi, keuangan, kultur teknis," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pembinaan itu diarahkan untuk mendorong produktivitas kebun plasma. Targetnya setara dengan kebun inti perusahaan. Agrinas Palma juga menargetkan rendemen minyak sawit dari tandan buah segar (TBS) petani bisa menyamai capaian kebun inti.
PSN Sawit Mencakup Sawit Negara dan Sawit Rakyat
Staf Ahli Menteri PPN Bidang Hubungan Kelembagaan sekaligus Sekretaris Tim Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian PSN Kementerian PPN/Bappenas, Kurniawan Ariadi, menjelaskan soal PSN sawit. Penetapannya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026. Nama programnya: Percepatan Penguatan Tata Kelola Ekosistem Agribisnis Kelapa Sawit.
Menurut Kurniawan, program itu mencakup beberapa komponen. Mulai dari penguatan tata kelola sektor hulu hingga sektor hilir industri sawit. Salah satu komponennya adalah penguatan tata kelola di sektor hulu. Agrinas Palma bertindak sebagai pelaksana.
Ia menegaskan, cakupan PSN ini tidak terbatas pada perkebunan milik negara. Program ini juga meliputi sawit rakyat di lokasi dan kawasan tertentu.
"Yang perlu kita pahami bersama adalah PSN sawit yang ditetapkan dengan Perpres ini adalah sawit negara dan sawit rakyat," ujar Kurniawan.
Selain itu, Kurniawan mengatakan Bappenas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyampaikan surat keterangan terkait penugasan Agrinas Palma sebagai pelaksana PSN. Bappenas juga akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program secara berkala. Tujuannya memastikan kegiatan berjalan sesuai mandat Peraturan Presiden tersebut.
Pengembangan industri sawit juga berkaitan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Yakni pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Selain mendukung kebutuhan energi nasional melalui program B50, penguatan industri sawit diharapkan bisa meningkatkan produktivitas perkebunan. Juga memberi manfaat ekonomi bagi petani sawit rakyat.
Melalui penugasan sebagai pelaksana PSN, Agrinas Palma mendorong penguatan tata kelola sawit negara dan sawit rakyat. Termasuk melalui pendampingan petani plasma agar produktivitas kebun meningkat.
Program B50 sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan target kontribusi 600.000 kiloliter dari Agrinas Palma, pemerintah berharap program ini bisa berjalan lebih cepat. Apalagi dengan adanya pendampingan petani plasma, produktivitas sawit rakyat diharapkan naik. Ini penting karena sebagian besar perkebunan sawit di Indonesia dikelola oleh rakyat. Jika produktivitas mereka meningkat, pasokan bahan baku biodiesel pun lebih terjamin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BI Akui Outflow Modal Asing Imbas Ancaman MSCI
Airlangga: Penilaian MSCI Soal Teknis, Bukan Fundamental Ekonomi
OJK Jatuhkan Denda Rp2,23 Triliun ke 166 Pihak di Pasar Modal
IHSG Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439
BRI Gandeng Prodia, Diskon MCU untuk Nasabah Prioritas
BRI Life Luncurkan COZY, Premi Mulai Rp1.000 Per Hari
