BI Akui Outflow Modal Asing Imbas Ancaman MSCI

Cahyo S. · 2 min baca · 4 jam lalu · 39 dibaca
Bisik.id
BI Akui Outflow Modal Asing Imbas Ancaman MSCI

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) mengakui adanya arus keluar modal asing, atau yang biasa disebut outflow, setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberikan ancaman akan menurunkan status pasar modal Indonesia. Status yang dimaksud adalah dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menjelaskan bahwa outflow ini tidak hanya terjadi di pasar saham. Fenomena ini juga melanda Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Kita memang mengamati ada outflow di pasar saham sejak rilis konsultatif paper (MSCI) pada Jumat (16 Oktober 2026). Outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi SBN juga outflow, SRBI juga outflow," kata Erwin dalam Taklimat Media di kantornya, Jakarta, pada Jumat (23 Oktober 2026).

Meski mengakui adanya arus keluar, Erwin enggan menyebutkan angka pasti besaran modal asing yang keluar akibat sentimen MSCI tersebut. Yang ditegaskannya, likuiditas rupiah saat ini berada dalam jumlah yang cukup dan memadai. Hal ini penting untuk memfasilitasi transaksi yang terjadi, baik di pasar modal, SBN, maupun SRBI.

"Bagaimana pun transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuiditas rupiah, kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi," ucap Erwin.

BI juga sudah menyiapkan strategi jika outflow imbas MSCI ini berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah. Strategi yang disiapkan adalah melalui operasi kebijakan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan spot.

"Kalau masih bisa dengan DNDF, dalam pengertian mereka nggak mau keluar hari ini, ya cover dulu pakai DNDF dengan risiko nilai tukarnya aman. Tapi kalau mau keluar hari ini, ya kita masuk dengan intervensi spot," beber Erwin.

Menurut Erwin, sejauh ini pelemahan nilai tukar rupiah masih dapat dikelola dengan baik. Ia berharap guncangan pasar keuangan Indonesia akibat peringatan MSCI dapat mereda.

"So far kalau kami lihat masih manageable, tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya. Ya sempat melemah di atas Rp 18 ribu, tetapi nggak terlalu jauh. Kita masih bisa kelola dengan baik dan mudah-mudahan shock-nya secara perlahan mulai reda," pungkas Erwin.

Ancaman MSCI ini menjadi perhatian karena bisa mempengaruhi kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Meski demikian, BI mengklaim kesiapan likuiditas dan instrumen kebijakan yang dimiliki cukup untuk meredam dampaknya. Pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp 18 ribu disebut masih dalam batas wajar dan terkendali.

arus keluar modal asingMSCIpasar modal Indonesialikuiditas rupiahnilai tukar rupiahDNDFSRBI

Komentar

Memuat komentar...