Agung Sulistyo: Dari Satpam Jadi Doktor UMY, Inspirasi
Gambar atau konten salah?
Agung Sulistyo kini memegang gelar doktor dari Program Doktor Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Perjalanan panjangnya dimulai di Tangerang, Banten, di mana ia lahir dalam keluarga sederhana.
Setelah lulus STM jurusan Teknik Gambar Bangunan pada 2002, Agung mencoba seleksi TNI dan Polri. Namun, takdir membawa ia ke Yogyakarta, tempat ia memulai karier yang tak terduga.
Di 2005, Agung tiba di Yogyakarta sebagai relawan. Tiga tahun kemudian, ia mendapatkan pekerjaan pertama sebagai satpam di salah satu media massa, Harian Kedaulatan Rakyat. Ia mengungkapkan, "Sebagai satpam, saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini."
Keinginan untuk belajar membuatnya bertekad melanjutkan pendidikan tinggi lewat kelas karyawan pada 2008. Meski hidup penuh keterbatasan ekonomi dan tuntutan pekerjaan, Agung menabung sebagian gajinya untuk biaya kuliah secara mencicil. Ia menjelaskan, "Tantangan terbesar waktu itu adalah membagi waktu. Kalau sedang jaga malam, setelah kuliah saya langsung ke tempat kerja, lalu mengerjakan tugas di pos satpam sampai pagi."
Perjuangan itu membuahkan hasil. Agung menyelesaikan studi sarjana pada 2013 dan segera melanjutkan ke jenjang magister, yang ia raih pada 2015.
Perubahan berikutnya datang dari dorongan istrinya, Intan Mutiara Putri S ST, M Keb. Ia mengatakan, "Saya tidak pernah membayangkan menjadi pengajar. Tapi istri saya terus mendorong dan membuka cara pandang baru tentang masa depan." Dengan dukungan tersebut, Agung diterima sebagai dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Yogyakarta pada 2015.
Perjalanan dari satpam ke dosen menandai transformasi besar dalam hidupnya. Agung kini berbagi pesan kepada mahasiswa: "Saya selalu bilang kepada mahasiswa, jangan takut bermimpi tinggi. Kalau pun jatuh, kita tidak akan jatuh terlalu jauh dari apa yang kita impikan."
Perjalanan Agung Sulistyo menunjukkan bahwa latar belakang sederhana tidak menghalangi seseorang mencapai puncak akademik. Dengan tekad, dukungan keluarga, dan kerja keras, ia berhasil menempuh jalur dari penjaga keamanan hingga menjadi dosen dan doktor, menginspirasi generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Media Sosial Jadi Kunci Belajar Bahasa Inggris di Sekolah
Dr Andryanto Kusmara Dapat Chevalier Palmes Académiques
Polban Buka Jalur SMBM 2026/27: Pilih Hingga 4 Program
Perubahan Media Sosial: Dari Jaringan ke Alat Politik
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Pelatihan SKKNI Level 4 Online, 2 Hari, Rp3,5 Juta
Berita Terbaru
Transmart Full Day Sale Kembali Hadir Minggu 14 Juni
Malam 1 Suro: Tradisi, Amalan, dan Larangan di Jawa
Mantan Gubernur Zaini Abdullah Meninggal di Banda Aceh
STPN Buka Penerimaan Taruna 2026/2027: 350 Kursi Disediakan
Warung Nasi Goreng Salatiga Viral karena Timun Utuh
Paket 'Stay & Play' Trans Hotel Bandung Liburan Sekolah
Kepala BGN Tolak Klaim MBG ke Presiden, Sebut Hoax