Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Gambar atau konten salah?
Para orang tua seringkali mencoba berbagai cara agar anaknya bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Namun, hasilnya sering tetap terhenti. Seringkali masalahnya bukan pada anak, melainkan pada metode belajar yang tidak cocok.
Natieva Kids hadir dengan program les privat bahasa Inggris secara online yang disesuaikan dengan kurikulum internasional Cambridge. Pembelajaran dilakukan secara one on one sehingga guru dapat memberi perhatian penuh pada satu anak, memperbaiki pengucapan, memperkaya kosakata, dan membangun kepercayaan diri saat berbicara.
Salah satu keunggulan yang jarang ditemukan di les konvensional adalah kebebasan memilih guru. Di Natieva Kids, orang tua dan anak dapat memilih pengajar yang paling sesuai dengan gaya belajar mereka. Tidak ada jadwal kaku; kelas dapat diatur kapan saja dan di mana saja. Paket juga tersedia dengan masa aktif selamanya, sehingga tidak ada tekanan harus menyelesaikan dalam waktu tertentu.
Detail program:
- Format: Private Online
- Durasi per sesi: 30 menit
- Jadwal: Fleksibel, dapat ditentukan sendiri
- Masa aktif: Selamanya
- Harga: 4 sesi seharga Rp 299.000, 8 sesi seharga Rp 499.000
Dengan harga tersebut, anak sudah mendapatkan akses ke kurikulum Cambridge, tutor berkualitas, dan sistem belajar yang terstruktur. Daftar sekarang melalui detikevent.com!
Program ini menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan setiap anak, sehingga lebih efisien dibanding les kelas besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
