AHY: Gap Investasi Kereta Api, butuh Pendanaan Kreatif
Gambar atau konten salah?
Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menegaskan pada 26 April 2026 bahwa pembangunan kereta api di Indonesia belum mencapai potensi maksimalnya. Ia menyoroti adanya kesenjangan investasi antara pembangunan jalan dan perkeretaapian yang selama ini cukup lebar.
“Kita tidak mengatakan pembangunan jalan tidak penting, tentu tetap harus kita lakukan. Tetapi kita juga melihat adanya gap yang signifikan dalam investasi perkeretaapian. Ini yang harus kita koreksi bersama,” kata AHY dalam keterangannya.
AHY menegaskan bahwa rencana nasional mengharuskan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga sekitar 14.000 kilometer di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan investasi sebesar Rp 1.100-1.200 triliun hingga tahun 2045. Rencana tersebut mencakup reaktivasi jalur yang sudah ada maupun pembangunan jalur baru.
Ia menekankan bahwa angka tersebut tidak dapat dipenuhi hanya dengan mengandalkan APBN. “Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Harus ada creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan berbagai pihak,” jelas AHY.
Peran pemerintah daerah juga dianggap penting oleh AHY. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran yang lebih proporsional dapat mendukung pengembangan transportasi publik. “Pendapatan daerah dari sektor transportasi sebenarnya cukup besar, tetapi belanja untuk transportasi publik masih rendah. Ini perlu kita dorong agar lebih seimbang dan tepat sasaran,” kata AHY.
Dengan menyoroti gap investasi, kebutuhan pembiayaan kreatif, dan peran pemerintah daerah, AHY menggambarkan gambaran realistis tentang bagaimana Indonesia dapat memperkuat jaringan kereta api untuk masa depan yang lebih terhubung dan efisien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Muharram 2025: Sepuluh Amalan Penting Memulai Tahun Baru Islam
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
KKP Rencanakan Insentif Daerah untuk Hindari Sampah ke Laut
270 Personel Dishub & Polrestabes Lindungi CFD Palembang
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni
