Air Mata Ronaldo di Laga Perpisahan Piala Dunia

Mira T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Air Mata Ronaldo di Laga Perpisahan Piala Dunia

Gambar atau konten salah?

Portugal harus mengakui kekalahan di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sang kapten, Cristiano Ronaldo, tak bisa menahan tangis setelah pertandingan berakhir.

Laga melawan Spanyol berlangsung di Dallas stadium pada Selasa, 07 Juli 2027 dini hari WIB. Portugal mencoba tampil agresif sejak menit awal. Mereka masih menyimpan harapan untuk menjadi juara dunia.

Tapi kenyataannya berbeda. Ronaldo dan rekan-rekannya kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Ronaldo bermain selama 90 menit penuh. Ia hanya melepaskan tiga tembakan, dua di antaranya mengarah ke gawang. Angka itu tergolong rendah untuk seorang pemain sekelasnya.

Gawang Portugal akhirnya bobol di menit ke-91. Mikel Merino menjadi pencetak gol tunggal yang membuat Spanyol menang 1-0. Kekalahan ini memastikan Portugal tersingkir. Ronaldo tertunduk lesu. Impiannya membawa Portugal juara Piala Dunia sudah sirna.

Usia Ronaldo kini sudah 41 tahun. Mustahil baginya untuk bermain di Piala Dunia 2030. Ia sadar ceritanya di turnamen terbesar sepak bola ini sudah berakhir. Itu sebabnya ia tak kuasa menahan air mata di akhir laga.

Ada catatan menarik dari penampilan Ronaldo di Piala Dunia kali ini. Ia menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak, yaitu 17 kali. Namun dari semua tembakan itu, tidak ada satu pun yang menjadi peluang bagi rekan setimnya. Lebih dari itu, dalam sembilan pertandingan fase gugur Piala Dunia — mulai dari babak 16 besar — Ronaldo tidak pernah mencetak gol.

Sepanjang kariernya di Piala Dunia, Ronaldo mengoleksi 11 gol. Tiga di antaranya ia cetak di edisi 2026. Namun angka itu tak cukup untuk mengantarnya meraih trofi. Bukan akhir yang indah untuk seorang megabintang.

Ronaldo memang sudah tidak muda lagi. Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi turnamen terakhirnya. Dan ia harus pulang dengan tangan hampa. Lagi.

PortugalRonaldoPiala Dunia 2026Spanyolkekalahanair matapensiungol

Komentar

Memuat komentar...