Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, PVMBG Ingatkan Waspada
Gambar atau konten salah?
Aktivitas kegempaan Gunung Slamet kembali melonjak, menandakan peningkatan gerakan magma di dalam gunung. Pada dua hari terakhir, gunung tertinggi di Jawa Tengah ini menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 20 April 2026, tercatat hanya 7 gempa hembusan dan 17 gempa low frekuensi. Namun, sehari kemudian, 21 April 2026, jumlahnya melonjak drastis menjadi 72 gempa hembusan dan 60 gempa low frekuensi.
Frekuensi saja belum cukup menggambarkan intensitas. Amplitudo gempa hembusan pada 21 April 2026 mencapai 3-6 mm dengan durasi hingga 58 detik, lebih lama dibandingkan hari sebelumnya yang berkisar 30-40 detik. Gempa low frekuensi juga menunjukkan durasi lebih panjang, mencapai 29 detik.
Tremor menerus atau microtremor ikut menguat. Pada 20 April 2026, amplitudo dominan berada di angka 0,5 mm, sementara pada 21 April 2026 meningkat menjadi 1 mm bahkan sempat menyentuh 1,5 mm.
Secara visual, aktivitas kawah juga mengalami perubahan. Asap kawah masih berwarna putih dengan tekanan lemah, namun ketinggiannya meningkat dari sekitar 50 meter menjadi 50-100 meter di atas puncak dengan intensitas tampak lebih tebal.
Meski aktivitas meningkat, status Gunung Slamet masih berada di Level II atau Waspada. Dalam laporan ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.
"Peningkatan kegempaan ini menjadi indikator penting dalam memantau pergerakan magma di dalam gunung," ujar Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo saat dihubungi detikJateng, Rabu (22 April 2026). Sugeng juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di lereng gunung agar tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
"Secara umum kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi batas aman 3 kilometer dari kawah puncak dan tetap waspada," tegasnya.
Di wilayah Kabupaten Banyumas, terdapat empat kecamatan yang menjadi fokus pemantauan karena jaraknya yang paling dekat dengan puncak, yakni Kecamatan Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, dan Cilongok.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan suhu kawah Gunung Slamet pada 18 April 2026 naik dari 461°C menjadi 478°C. Hal ini membuat pemerintah daerah menjadi lebih waspada.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Meskipun untuk wilayah Banyumas bagian selatan saat ini masih dalam kategori relatif aman, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau indikator vulkanik lainnya," ujar Dwi.
Pihaknya berencana akan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas wilayah pada 23 April 2026. Pertemuan ini dijadwalkan menghadirkan perwakilan BPBD dari Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, serta pihak Badan Geologi.
Fokus utama rakor adalah sinkronisasi langkah mitigasi dan penguatan jalur koordinasi darurat jika aktivitas gunung meningkat ke level yang lebih mengkhawatirkan," kata dia.
Meski demikian, dirinya memastikan sektor pariwisata di kawasan Baturraden tetap berjalan normal. "Kegiatan wisata di kawasan Baturraden hingga saat ini masih dinilai aman karena jaraknya cukup jauh dari kawah puncak. Namun, kami minta masyarakat dan pengunjung tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mudah termakan isu yang belum terverifikasi," pungkasnya.
Perubahan aktivitas ini menegaskan bahwa Gunung Slamet masih dalam kondisi yang perlu dipantau terus. Masyarakat di sekitar wilayah harus tetap mematuhi batas aman dan mengikuti petunjuk resmi, sementara pihak berwenang terus memantau indikator vulkanik dan memperkuat koordinasi antar daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Hujan Ringan hingga Sedang di Jawa Tengah Hari Ini
Paku Buwono XIV Setujui Pertemuan Mayor Solo Malam 1 Suro
Wali Kota Solo Tegas Netral, Koordinasi Keamanan Kirab 1 Suro
Video Debus Relawan SPPG di Brebes Viral, SPPG Klarifikasi
Jembatan Serayu Tutup 1,5 Bulan, Pengguna Jalan Ditarik
Mustofa Ismail, 67, Berjalan Kaki 34 km Pulang Pasca Haji
Berita Terbaru
Yamaha Luncurkan MX King 150 Livery Prima Pramac, 2.000 Unit
Mourinho Resmi Jadi Pelatih Real Madrid, Kontrak 3 Tahun
Maroko Ganti Aguerd & Ezzalzouli, Siap Hadapi Brasil
IHSG Tutup di Zona Merah, Turun 0,28% karena Penjualan BCA
Pemadaman Listrik Saat OSN, Nadia Gagal Selesaikan Ujian
Cuaca Hujan Ringan hingga Sedang di Jawa Tengah Hari Ini
Meksiko vs Afrika Selatan: Pembuka Grup A Piala Dunia 2026
