IHSG Tutup di Zona Merah, Turun 0,28% karena Penjualan BCA

Dwi H. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Tutup di Zona Merah, Turun 0,28% karena Penjualan BCA

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Kamis, 11 Juni 2026 di zona merah, turun 0,28 % menjadi 5.886,03. Penurunan ini dipengaruhi oleh aksi jual saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang menjadi penopang utama indeks. Sebaliknya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah, menambah tekanan pada IHSG.

Pelaku pasar asing mencatatkan aksi jual bersih Rp261,60 miliar di pasar reguler. Di seluruh pasar, nilai jual bersih mencapai Rp252,65 miliar. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, enam sektor berakhir di zona negatif. Sektor bahan baku menjadi sektor dengan kelemahan paling dalam, turun 4,27 %, sementara sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,36 %.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menutup dengan kenaikan. Indeks Dow Jones naik 1,86 % ke level 50.848, diikuti S&P 500 yang bertambah 1,75 % menjadi 7.394 dan Nasdaq yang menguat 2,54 % ke posisi 25.809. Investor domestik memperhatikan aksi demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga BBM dan tuntutan efisiensi program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Kondisi ini dapat membuat pelaku pasar lebih selektif terhadap aset domestik di tengah tekanan nilai tukar rupiah. ETF EIDO bergerak mendatar, sementara MSCI Indonesia menguat

IHSGPenurunan sahamSektor bahan bakuDow JonesNasdaqETF EIDOMSCI Indonesia

Komentar

Memuat komentar...