Alisha Lehmann: Fokus Lapangan, Bukan Pesepakbola Terseksi
Gambar atau konten salah?
Alisha Lehmann mengungkapkan ketidaksenangannya atas label “pesepakbola terseksi” yang sering dikaitkan dengannya. Ia menekankan bahwa fokus utamanya berada di lapangan, bukan di media sosial.
Lehmann resmi bergabung dengan Leicester City pada 01 Januari 2026. Saat klubnya berjuang keras untuk menghindari degradasi, ia juga menjadi sasaran kritik tajam di media sosial. Dengan 30 juta pengikut, penampilannya yang menarik membuatnya dikenal luas di luar lapangan. Namun, popularitas tersebut menimbulkan prasangka tentang kemampuan profesionalnya.
Beberapa tahun yang lalu, ia bersama mantan kekasihnya, Douglas Luiz, menjadi sorotan setelah meninggalkan Aston Villa dan bergabung dengan Juventus. Setelah itu, Lehmann kembali ke Inggris di awal tahun ini dan menandatangani kontrak dengan Leicester City untuk memulihkan performanya.
Perjalanan di Leicester tidak mulus. Klub tersebut mencatat lima kekalahan berturut-turut dan kini berada di dasar klasemen liga. Terakhir, Lehmann berhasil mencetak gol pertamanya di Inggris, meski timnya kalah 1‑2 melawan Aston Villa. Saat ini, Leicester berada di posisi terakhir dan tertinggal sembilan poin, menandakan risiko degradasi yang nyata.
Penggemar sering menyebutnya “bintang Instagram” karena ia lebih sering mengunggah foto daripada latihan. Beberapa pendukung berpendapat ia gagal menampilkan citra seorang pesepakbola profesional. Menanggapi tuduhan itu, Lehmann mengungkapkan dampak kritik tersebut pada dirinya.
“Ketika saya masih muda, hal itu lebih memengaruhi saya karena saya tidak tahu bagaimana menangani situasi tersebut,” ujarnya, seperti dilansir dari The Sun.
Ia menegaskan cintanya pada sepakbola dan dedikasi yang tinggi. “Ada saat-saat di mana saya sangat sedih dan saya biasa bertanya kepada ibu saya apakah saya tidak bisa bermain sepak bola lagi. Sepak bola adalah hal yang paling saya cintai dan saya banyak mencurahkan waktu di sana,” ungkapnya.
Lehmann menekankan bahwa ia menjalani gaya hidup profesional, memprioritaskan istirahat, dan menghindari hal-hal yang dapat berdampak negatif pada performa di pertandingan. Di lapangan, ia telah mencatat 10 gol dalam 65 penampilan untuk tim nasional Swiss.
Situasi ini menyoroti ketegangan antara eksposur media sosial dan ekspektasi profesional. Meskipun tekanan luar memengaruhi, Lehmann tetap berfokus pada permainan dan komitmen terhadap timnya. Dengan dedikasi yang kuat, ia berharap dapat membuktikan kemampuan di lapangan, mengatasi stigma, dan membantu Leicester City keluar dari zona degradasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
