Anak-anak Borong Barong Rp 2,5 Juta, Mangku Merta Hanya Ambil Untung Rp 500 Ribu
Gambar atau konten salah?
Di tengah perayaan Galungan dan Kuningan, sebuah art shop di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Klungkung, menjadi pusat perhatian. Tempat itu bernama Art Shop Amerta Nadi Jaya. Anak-anak berdatangan, mata mereka tertuju pada barong dan tapel buatan tangan Mangku Merta.
Mangku Merta, seorang perajin lokal berusia 32 tahun, sudah menekuni seni ukir sejak 2010. Pada Minggu, 21 Juni 2026, beberapa anak terlihat asyik memilih tapel barong bangkal. Mereka ingin memakainya untuk kegiatan ngelawang, bagian dari rangkaian Kuningan. Mangku Merta dengan sabar menjelaskan setiap detail karyanya kepada anak-anak itu.
Anak-anak itu tidak butuh waktu lama untuk memilih. Mereka langsung tahu kepala barong bangkal atau babi hutan jantan mana yang mereka inginkan. Setelah yakin, mereka bertanya soal harga. Mangku Merta menyebut angka Rp 2,5 juta untuk tapel yang mereka pilih. Tanpa tawar-menawar, anak-anak itu mengumpulkan uang dari saku masing-masing. Ada 15 lembar uang warna merah yang terkumpul. Kepala barong bangkal buatan Mangku Merta pun laku terjual.
Karya Mangku Merta memang laris saat musim Galungan dan Kuningan. Ia tidak mematok harga tinggi. Harga tapel barong yang dijualnya kepada anak-anak itu sebenarnya bisa lebih mahal di pasaran. Mangku Merta hanya mengambil untung Rp 500 ribu dari harga jual Rp 2,5 juta.
"Kalau saya yang penting anak-anak senang. Karena yang mahal itu bahan-bahannya. Seperti cat akrilik harganya Rp 1 juta, terus kayu Rp 500 ribu, juga rambutnya dari ijuk juga beli. Itu modalnya Rp 2 jutaan," jelas Merta.
Namun, Mangku Merta merasa momen Galungan dan Kuningan tahun ini tidak seramai sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok menjadi penyebabnya. Semua harga bahan pangan naik, sehingga kemampuan masyarakat untuk membeli mainan barong menurun.
"Jadi tidak seramai dahulu. Sekarang semua naik. Jadi uang yang ada difokuskan buat membeli kebutuhan pokok dahulu. Bukan untuk beli mainan barong," jelasnya.
Mangku Merta sudah bisa membuat berbagai jenis seni ukir dan menjualnya hingga ratusan keping sejak 2010. Karyanya beragam. Ada barong ketet ukuran 110 hingga 115 sentimeter, tapel, ogoh-ogoh, arca, hingga variasi lamak dari pis bolong.
Karya termahal Mangku Merta adalah tapel barong bangkal seharga Rp 10 juta. Tapel itu dibuat menggunakan permata dan perada emas.
"Ini yang mahal bahannya. Cat emasnya saja khusus. Per kotak harganya Rp 13 juta. Itu bisa buat bikin lima tapel," jelasnya.
Untuk tapel kecil, Mangku Merta menggunakan kayu kenanga. Sedangkan untuk ukuran besar, ia memilih kayu randu atau kayu pule. Selain lebih keras, kayu pule dipercaya memberi kesan angker.
Mangku Merta mendapatkan ilmu seni ukir kayu, khususnya dalam pembuatan tapel barong, hanya bermodalkan cinta dan imajinasi. Ia lulusan sekolah dasar. Awalnya, ia membuat tapel barong untuk keperluan sendiri saat ngelawang.
"Saya hanya tamatan SD. Awalnya buat sendiri untuk dimainkan waktu ngelawang. Buatnya mengandalkan imajinasi dan ingatan. Tidak ada guru. Apalagi YouTube. Belum ada dahulu di 2008 itu belum tahu ada begitu," terang Mangku Merta.
Cerita Mangku Merta menunjukkan bagaimana seorang perajin bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi. Ia mengutamakan kebahagiaan anak-anak daripada keuntungan besar. Meski bahan baku mahal, ia tetap menjual dengan harga yang terjangkau. Kenaikan harga kebutuhan pokok memang mempengaruhi daya beli masyarakat, tapi semangat Mangku Merta untuk berbagi karya tidak surut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Parade Budaya di Tabanan Libatkan 20 Desa, Target 1.500 Seniman Muda
Tradisi Unik Warga Tabanan: Kibarkan Bendera Negara Peserta Piala Dunia
PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Akan Mundur, Pengumuman Senin
Bezzecchi Dilarang Balap MotoGP 2026 Usai Pukul Petugas Sirkuit
Cuaca Bali Hari Ini: Cerah hingga Berawan, Suhu 20-31 Derajat
SIM Keliling Gianyar 21 Juni 2026: Hanya Perpanjang SIM Aktif
Berita Terbaru
Anak-anak Borong Barong Rp 2,5 Juta, Mangku Merta Hanya Ambil Untung Rp 500 Ribu
Arab Saudi Bangun Danau Raksasa di Gurun Pasir, Biaya Rp 125 Triliun
Veda Ega Bangkit dari Posisi 20, Finis Kelima di Moto3 Brno
Portugal Sudah Antisipasi Badai Kritik ke Ronaldo, Kata Dalot
Menteri PU Cek Jembatan Bergoyang Usai Gempa Sulteng
Kecelakaan di Tugu Pemalang, Ibu Tewas Anak Luka Parah
Laga Spanyol vs Arab Saudi Tentukan Nasib di Grup H
Ginjal Rusak Akibat Rhabdomyolysis, Bisakah Pulih?