Antrean SPBU Pangkep Panjang, Warga Diimbau Tidak Panik Harga dan Keamanan

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Antrean SPBU Pangkep Panjang, Warga Diimbau Tidak Panik Harga dan Keamanan

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan, antrean kendaraan yang menunggu BBM di beberapa SPBU meluas hingga ke jalan raya. Kondisi ini diduga dipicu oleh kabar kenaikan harga, yang menimbulkan kepanikan di kalangan warga.

Menurut Asykur Abu Bakar, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperatin) Pangkep, “Semua SPBU (antrean). Ada prediksi BBM naik, ini kira‑kira yang menyebabkan antrean,” ia ucap pada 31 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa kepanikan warga, atau panic buying, menjadi penyebab utama antrean panjang.

Asykur menjelaskan bahwa penumpukan truk dan mobil pribadi di jalan poros Trans Sulawesi merupakan dampak langsung dari perilaku tersebut. “Penumpukan kendaraan truk dan mobil pribadi di badan jalan merupakan dampak dari kepanikan warga (panic buying). Meskipun antrean terlihat sangat panjang hingga mengganggu arus lalu lintas, kami pastikan stok pertalite, pertamax, dan solar dalam kondisi aman,” kata Asykur.

Ia menegaskan bahwa Pertamina masih menjaga ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi Selatan. “Sampai saat ini Pertamina belum pernah mengeluarkan pernyataan bahwa stok BBM langka. Persediaan aman mulai dari pusat sampai di Makassar. Kami mengimbau masyarakat jangan panik,” tegasnya.

Asykur juga mengamati bahwa banyak warga membeli BBM lebih banyak dari biasanya. “Warga yang biasanya hanya mengisi 10 liter, kini mendadak mengisi hingga 60 liter karena termakan isu viral. Hal ini menyebabkan durasi pengisian di area SPBU menjadi lebih lama sehingga antrean memanjang ke jalan raya,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi untuk menimbun BBM. “Masyarakat jangan panik agar tidak memicu tindakan mengambil berkali‑kali untuk ditimbun. Ini menjadi atensi kami bersama Pertamina, karena menimbun BBM itu jelas melanggar hukum,” pungkas Asykur.

Di tingkat pemerintah, tidak ada kenaikan harga BBM jenis pertalite, solar, dan pertamax pada 1 April 2026. Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, menyatakan bahwa ESDM dan Pertamina telah berkoordinasi atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan, “Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” tegas Prasetyo dalam keterangannya, 31 Maret 2026. Prasetyo berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat. Masyarakat juga diimbau tidak panik atas isu kenaikan harga BBM.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin, dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegas Prasetyo.

Secara keseluruhan, situasi antrean panjang di Pangkep disebabkan oleh kepanikan warga yang terpengaruh oleh rumor kenaikan harga. Meski demikian, Pertamina dan pemerintah daerah menegaskan bahwa stok BBM masih aman dan harga tidak akan naik pada 1 April 2026. Kewaspadaan masyarakat diimbau untuk tidak terjebak dalam perilaku panik dan menimbun, guna menjaga kelancaran lalu lintas dan kepastian pasokan bahan bakar.

Pangkepantrean SPBUBBMkepanikan wargaPertaminaharga BBMTrans Sulawesi

Komentar

Memuat komentar...